Kepala Daerah Belitung Akui Capaian Program Genting Masih Perlu Ditingkatkan
Bupati Kabupaten Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menyatakan bahwa capaian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di wilayahnya belum cukup memuaskan. Meskipun terdapat sedikit penurunan angka stunting, ia menilai perubahan yang signifikan masih jauh dari harapan.
“Memang, capaiannya belum nendang walaupun ada sedikit penurunan. Tetapi memang stunting ini butuh waktu lama, tidak mungkin diberi satu hari, besok berubah,” ujar Djoni saat diwawancarai di ruang rapat Pemerintah Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (13/5/2026).
Ia mengakui bahwa pengentasan stunting adalah tugas berat dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Bahkan sejak awal menjabat sebagai bupati, Djoni telah menekankan pentingnya masalah ini. Oleh karena itu, ia menegaskan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tetap menjaga komitmen bersama-sama.
“Intinya komitmen, jangan hanya satu bulan, nanti bulan depan sudah enggak semangat lagi,” ujarnya.
Dalam pertemuan monitoring dan evaluasi program Genting pada hari yang sama, Djoni menekankan beberapa poin penting. Pertama, ia meminta data keluarga risiko stunting harus valid agar tidak ada lagi anak atau keluarga yang terlewat dalam pendataan.
Kedua, Djoni meminta jajaran puskesmas, desa, hingga kecamatan untuk terlibat secara aktif dalam program ini. Ia berharap agar para ibu hamil tidak perlu datang sendiri, melainkan petugas akan langsung mendatangi mereka setelah memiliki data yang akurat.
“Kalau bisa, jangan sampai mereka (ibu hamil/bumil) yang mendatangi kita. Kalau sudah ada data bumil, langsung datangi, kita yang jemput bola,” katanya.
Di sisi lain, Djoni juga menekankan perlunya upaya intervensi yang terus ditambah dan diperbarui. Artinya, petugas harus terus memberikan dukungan serta mendistribusikan bantuan gizi dan bantuan lainnya kepada masyarakat.
“Saya minta program Genting ini jangan hanya seremoni saja, tetapi harus selalu dipantau perkembangan anaknya,” ujar Djoni.
Ia berharap melalui program Genting, angka stunting dapat terus ditekan secara bertahap dengan melibatkan semua OPD, pemangku kepentingan (stakeholder), serta masyarakat. Saat ini, jumlah orang yang terdata dalam program tersebut mencapai 728 orang.
Namun, yang lebih penting bagi Djoni adalah jumlah upaya yang telah dilakukan serta komitmen dari semua pihak untuk terus bekerja sama dalam mengatasi masalah stunting.
Langkah-Langkah yang Diambil dalam Program Genting
-
Peningkatan Data
Bupati menekankan pentingnya validitas data keluarga risiko stunting. Dengan data yang akurat, pihak terkait dapat lebih efektif dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan. -
Partisipasi Aktif Lembaga Terkait
Puskesmas, desa, dan kecamatan diminta untuk lebih proaktif dalam menghadapi isu stunting. Petugas diharapkan tidak menunggu masyarakat datang, tetapi sebaliknya, mereka harus datang ke rumah masyarakat. -
Pemantauan Berkala
Program Genting tidak boleh hanya menjadi seremoni. Setiap perkembangan anak harus terus dipantau dan diberikan dukungan sesuai kebutuhan. -
Dukungan Gizi dan Bantuan Lainnya
Selain pendataan, petugas juga harus memberikan bantuan gizi dan bantuan lainnya secara berkala agar kondisi kesehatan anak dapat terus ditingkatkan.










Discussion about this post