BATAM, KLIKKEPRI.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan membukukan performa kinerja positif sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.
Pertumbuhan tahunan sektor kepelabuhanan tersebut mencatatkan penerimaan pendapatan mencapai Rp303,14 miliar atau 61,85 persen dari target tahunan Rp490,15 miliar.
Dari ranah arus logistik, volume peti kemas yang ditangani mencapai 542.927 TEUs atau naik 8,2 persen (YoY), sementara total bongkar muat general cargo mencapai 8,174 juta ton atau tumbuh 8 persen (YoY).
Capaian paling menonjol dicatatkan oleh Terminal Umum Batu Ampar yang berhasil melampaui target tahunan general cargo sebesar 102 persen dengan realisasi mencapai 1,376 juta ton, disusul Terminal Umum Curah Cair Kabil sebesar 2,792 juta ton atau 80 persen dari target.
Di sisi mobilitas publik, jumlah penumpang laut domestik maupun internasional melonjak 8,02 persen (YoY) menembus 6,718 juta jiwa dengan total kunjungan kapal mencapai 73.230 call.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad didampingi Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano, serta Direktur Kepelabuhanan Benny Syahroni menegaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh efektivitas transformasi tata kelola bisnis, modernisasi alat bongkar muat, serta digitalisasi layanan maritim.
Publikasi kinerja ini diselenggarakan guna membuktikan solidnya iklim investasi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Batam sebagai transshipment hub internasional di Selat Malaka.
Akselerasi performa logistik dan konektivitas pelabuhan ini diproyeksikan mampu menstimulasi pertumbuhan ekonomi kawasan serta memicu lonjakan arus investasi impor-ekspor pada kuartal IV-2026.
“Pertumbuhan yang konsisten di sektor logistik dan kepelabuhanan hingga Agustus 2026 ini merupakan sinyal kuat bahwa denyut perekonomian dan iklim investasi Batam terus bergairah. Pelabuhan adalah urat nadi perdagangan Batam. Ke depan, BP Batam akan terus mendorong modernisasi infrastruktur, elektrifikasi peralatan bongkar muat, serta digitalisasi layanan logistik agar seluruh proses berjalan makin cepat, terukur, dan akuntabel guna memperkuat posisi Pelabuhan Batam sebagai simpul logistik internasional di Selat Malaka.” ujar Kepala BP Batam Amsakar Achmad.
BP Batam berkomitmen mempererat sinergi bersama unsur CIQP dan asosiasi maritim guna memperlancar arus barang.
Optimalisasi aset kepelabuhanan dipastikan terus berlanjut hingga akhir tahun anggaran 2026. (din)










Discussion about this post