BATAM, KLIKKEPRI.com —Langkah modernisasi radikal pada infrastruktur dan digitalisasi layanan di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar sukses membawa dampak ekonomis nyata.
Transformasi pelabuhan ini berhasil memotong biaya logistik rute internasional Batam–Shanghai hingga 50 persen, sekaligus melejitkan produktivitas bongkar muat secara signifikan.
Proyek modernisasi tersebut dikelola oleh PT Batam Terminal Petikemas (BTP) selaku mitra BP Batam yang bersinergi dengan PT Batu Ampar Container Terminal (BACT).
Operasi ini didukung penuh oleh suntikan investasi fantastis senilai USD 85 juta untuk pembaruan alat bongkar muat hingga perluasan lapangan penumpukan container yard.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa penataan ulang TPK Batu Ampar merupakan bagian dari rencana strategis pimpinan BP Batam untuk membangun ekosistem logistik yang kompetitif di Asia Tenggara.
“Sejalan dengan arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala Li Claudia Chandra, pengembangan TPK Batu Ampar terus diakselerasi.
Ini komitmen kami mewujudkan sistem logistik modern guna meningkatkan daya saing Batam sebagai tujuan investasi utama,” ujar Denny Tondano, Senin (13/7/2026).
Efisiensi biaya pengapalan ekspor-impor ini terjadi berkat penguatan konektivitas pelayaran langsung (*direct call*).
Melalui skema baru ini, ongkos kirim kontainer 20 kaki rute Batam–Shanghai kini menyusut drastis ke angka USD 650–800.
Nilai ini memangkas penghematan hingga USD 300 per kontainer jika dibanding skema lama yang harus transit (transshipment) melalui Singapura dengan biaya mencapai USD 950–1.100.
Selain memotong ongkos hingga setengahnya, waktu tempuh pelayaran langsung ke China kini terpangkas menjadi hanya delapan hari.
Dari sisi maskapai pelayaran, efisiensi waktu sandar yang hemat hingga 17 jam per kapal juga mampu menekan biaya operasional armada hingga USD 3.800 per kunjungan kapal.
Di luar pembenahan fisik, TPK Batu Ampar mencatatkan rapor hijau operasional sepanjang Januari–Mei 2026 dengan total arus peti kemas mencapai 221.183 TEUs.
Pelabuhan ini juga tengah bersiap memberlakukan sistem pembayaran seketika secara penuh melalui Direct Billing guna memotong birokrasi, menekan waktu inap barang (dwelling time), dan menghapus keterlibatan pihak ketiga.(din)










Discussion about this post