BATAM, KLIKKEPRI.com — Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam untuk menyudahi kebiasaan mengawasi proyek dari belakang meja.
Seluruh jajaran birokrat diwajibkan rutin turun langsung ke lapangan guna memitigasi deviasi proyek pembangunan fisik tahun anggaran 2026.
Instruksi keras tersebut ditekankan Li Claudia saat memimpin rapat koordinasi perdana yang mempertemukan jajaran OPD Pemko Batam dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam di Kantor BP Batam, Kamis (9/9/2026).
Rapat koordinasi ini digelar khusus untuk menyelaraskan program kerja dan memperkuat sinergi pembangunan infrastruktur yang selama ini kerap tumpang tindih akibat dualisme kewenangan kedua instansi di Batam.
“Kita harus memastikan pekerjaan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan perencanaannya. Turun langsung ke lapangan agar setiap kendala dapat segera diketahui dan diselesaikan.
Pengawasan bersama dari tahap pengerjaan hingga serah terima pekerjaan (handover) adalah kunci menjaga mutu pembangunan,” tegas Li Claudia tanpa kompromi.
Soroti Sampah Penyumbat Drainase
Dalam rapat tersebut, Li Claudia secara khusus menyoroti kinerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air serta Dinas Lingkungan Hidup terkait persoalan banjir.
Ia mengecam kondisi saluran drainase utama kota yang masih dipadati tumpukan sampah sisa rumah tangga dan pelaku usaha.
OPD teknis diminta tidak hanya melakukan normalisasi sungai secara seremonial, melainkan harus dibarengi dengan edukasi sanksi yang tegas bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang sengaja membuang sampah ke saluran air.
“Masyarakat harus merasakan hasil nyata dari pajak yang mereka bayarkan. Karena itu, saya minta seluruh OPD terus memperkuat koordinasi, responsif terhadap persoalan di bawah, dan bekerja secara terukur.
Kita tidak butuh laporan bagus di atas kertas jika realita di lapangan justru sebaliknya,” ujarnya menambahkan.
Selain masalah banjir, rakor ini juga mengevaluasi program pemeliharaan pohon dan penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan guna memoles estetika Batam sebagai kota modern yang ramah investasi dan pariwisata.(din)










Discussion about this post