Ringkasan Berita:
- Erlina Mastiana, istri seorang warga binaan, menerima bantuan gerobak UMKM dari Lapas Kelas IIB Sukabumi sebagai sarana untuk membangkitkan kembali usahanya yang sempat terhenti.
- Program yang diluncurkan dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 ini bertujuan agar keluarga narapidana dapat tetap mandiri dan memiliki penghasilan.
- Erlina berencana memanfaatkan bantuan tersebut untuk berjualan bakso dan mie ayam di lingkungan rumahnya yang strategis.
Laporan Kontributor , Dian Herdiansyah
, SUKABUMI – Di tengah keterbatasan hidup saat suami menjalani masa pidana, Erlina Mastiana (35) tak ingin menyerah pada keadaan.
Sebuah gerobak sederhana yang ia terima dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi dalam momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, menjadi harapan baru untuk kembali menata kehidupan dan menghidupi keluarganya, Senin (27/4/2026).
Bagi Erlina, bantuan tersebut bukan sekadar sarana berdagang, melainkan peluang untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi yang sempat menghentikan usahanya.
Sebelumnya, ia pernah membuka usaha kecil di depan rumah dengan berjualan bakso dan seblak. Namun, kondisi keluarga membuat usaha tersebut terhenti.
“Rencananya saya mau buka usaha lagi seperti sebelumnya yang sempat tertunda. Dulu jualan bakso dan seblak di depan rumah,” ujarnya.
Kini, dengan adanya gerobak UMKM, ia berencana kembali berjualan. Lokasi rumahnya yang berada dekat sekolah dinilai menjadi peluang yang cukup menjanjikan.
“Dengan gerobak ini, kemungkinan saya akan jualan bakso dan mie ayam. Mungkin ditambah jajanan sama minuman es,” katanya.
Harapan Erlina sederhana, namun penuh makna. Ia ingin kembali membantu perekonomian keluarga sekaligus membangun kembali kebersamaan yang sempat terhambat.
“Harapannya bisa usaha lagi, bantu ekonomi keluarga, dan bisa kumpul lagi bersama keluarga dalam keadaan lebih baik,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, mengatakan pemberian gerobak UMKM merupakan bagian dari program pemasyarakatan untuk membantu keluarga warga binaan yang terdampak secara ekonomi.
“Program ini kami berikan agar keluarga warga binaan tetap bisa memiliki penghasilan. Ini bentuk kepedulian kami agar mereka tetap bertahan dan bisa mandiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan di dalam lapas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keluarga mereka di luar.
“Melalui tema ‘Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima’, kami ingin kehadiran pemasyarakatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.










Discussion about this post