klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Bisnis

Prabowonomics: Dari Ekonomi Artifisial ke Fundamental

Redaksi by Redaksi
29 April 2026 - 19:56
Reading Time: 3 mins read
0
Prabowonomics: Dari Ekonomi Artifisial ke Fundamental



.CO.ID, JAKARTA — Masyarakat mungkin baru mengenal istilah new normal pada masa pandemi Covid-19 yang melumpuhkan dunia pada 2020. Namun, sebenarnya konsep ini sudah ada sejak lama. Salah satu penggagas ide ini adalah Joseph Schumpeter, seorang ekonom dari Austria.

Pada tahun 1942, dalam bukunya Capitalism, Socialism, and Democracy, Schumpeter memperkenalkan gagasan bahwa ekonomi tidak akan selalu stabil. Ia menolak pemikiran klasik yang menganggap pasar akan bergerak menuju titik keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Baginya, ekonomi justru dinamis dan penuh perubahan. Keseimbangan yang statis justru akan memicu inovasi, karena para pelaku usaha ingin mendominasi pasar dengan cara-cara baru.

Inovasi itulah yang menjadi dasar dari apa yang ia sebut creative destruction (destruksi kreatif). Melalui proses ini, wirausaha menciptakan lanskap bisnis yang terus berubah. Ketidakseimbangan inilah yang menjadi new normal—sebuah keseimbangan baru (new equilibrium). Pasar yang tenang tidak akan bertahan lama. Meski menghancurkan pemain lama yang lamban, proses ini juga menciptakan nilai, industri, dan efisiensi baru.

Namun, di tengah persaingan inovasi ini, bagaimana posisi masyarakat? Jika menggunakan pendekatan Five Forces dari Michael Porter (1988), kekuatan tawar konsumen bisa hilang ketika pasar dikuasai oleh beberapa pemain besar. Banyak orang yang tidak memiliki alternatif produk atau daya beli yang cukup akhirnya terpaksa menjadi price taker—penerima harga tanpa daya tawar. Mereka bisa menjadi korban dari kartel atau oligopoli yang hanya menguntungkan segelintir elite.

Kesenjangan ini semakin terasa saat pasar tidak seimbang. Risiko ketimpangan bisa menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Hal ini menjadi sinyal bahaya bagi negara jika hanya bertindak sebagai “penjaga malam” di tengah arus globalisasi yang penuh tantangan.

Untuk menghadapi situasi ini, Indonesia tidak perlu meniru konsep State Capitalism dari negara lain. Negara memiliki fondasi yang kuat dan tak terbantahkan: Pasal 33 UUD 1945. Konstitusi menyatakan bahwa negara harus aktif dalam menjaga cabang produksi yang penting bagi rakyat.

Konsep keterlibatan negara secara aktif ini kini didorong dengan keras oleh Presiden Prabowo Subianto melalui pembentukan BP BUMN dan Danantara. Seperti yang disampaikan oleh Kepala BP BUMN Dony Oskaria dalam sebuah acara di Pertamina dan Defend Id pekan lalu, pada era Prabowo, perusahaan negara tidak boleh hanya menjadi motor ekonomi, tetapi harus memastikan pertumbuhan yang nyata dan berkelanjutan.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Langkah konkretnya adalah menjadikan entitas negara sebagai instrumen untuk menciptakan efisiensi yang adil. Contohnya, dalam industri perunggasan. Selama ini, industri ayam sering kali menjadi “halaman belakang” korporasi besar yang memonopoli dari hulu ke hilir. Inovasi terjadi, tetapi manfaatnya hanya dinikmati segelintir pemegang modal, sedangkan peternak mandiri dan konsumen tercekik harga yang fluktuatif.

Di sinilah peran negara masuk. Tugasnya bukan untuk mematikan swasta, tetapi memecah monopoli. Dengan hadirnya negara dalam ekosistem pangan, ketersediaan pakan terjangkau dan akses pasar yang adil dapat dijamin. Negara hadir sebagai penyeimbang untuk menciptakan pertumbuhan fundamental melalui tiga benteng utama: ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan SDM.

Danantara merupakan mimpi besar Indonesia untuk mandiri secara ekonomi. Terbukti saat krisis melanda banyak negara, Indonesia mampu melalui dengan kemampuan finansial yang baik dan kebijakan ekonomi yang kuat. Pilihan Prabowo pada tokoh-tokoh penting yang menggawangi ekonomi Indonesia juga memberikan dampak positif. Salah satunya adalah hadirnya Danantara, yang mengubah status BUMN menjadi badan otonom yang lebih profesional.

Pada akhirnya, inovasi di era new equilibrium ini seperti pedang bermata dua. Jika hanya dikuasai segelintir kekuatan pasar, bisa merusak kesejahteraan publik. Dalam situasi ini, ekonomi konstitusi menjadi solusi satu-satunya. Peran negara mutlak untuk memastikan bahwa inovasi benar-benar menjadi kunci kemakmuran yang berakar secara fundamental, bukan sekadar ilusi di atas kertas.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

IHSG Turun ke 6.009 Saat Pasar Mencerna Perombakan Kabinet Prabowo-Gibran
Bisnis

IHSG Turun ke 6.009 Saat Pasar Mencerna Perombakan Kabinet Prabowo-Gibran

1 Oktober 2026 - 22:55
Dunia Usaha Minta Reshuffle Prabowo Tak Mengganggu Arah Kebijakan Ekonomi
Bisnis

Dunia Usaha Minta Reshuffle Prabowo Tak Mengganggu Arah Kebijakan Ekonomi

1 Oktober 2026 - 20:55
TLKM dan VISI Kompak Melemah Usai RUPSLB, Pasar Soroti Arah Baru Bisnis Keduanya
Bisnis

TLKM dan VISI Kompak Melemah Usai RUPSLB, Pasar Soroti Arah Baru Bisnis Keduanya

1 Oktober 2026 - 09:48
Harga BBM Pertamina per 1 Oktober 2026 Masih Bertahan, Pertamax dan Pertalite Belum Naik
Bisnis

Harga BBM Pertamina per 1 Oktober 2026 Masih Bertahan, Pertamax dan Pertalite Belum Naik

1 Oktober 2026 - 07:47
Telkom Ganti Direktur Utama, Nanang Hendarno Resmi Pimpin Perseroan
Bisnis

Telkom Ganti Direktur Utama, Nanang Hendarno Resmi Pimpin Perseroan

30 September 2026 - 22:18
Crossing Saham BBCA Tembus Rp 3,06 Triliun di Tengah Isu Pasar soal Haji Isam
Bisnis

Crossing Saham BBCA Tembus Rp 3,06 Triliun di Tengah Isu Pasar soal Haji Isam

30 September 2026 - 20:47
Next Post
Jadwal Damri Tanjung Selor Hari Ini: Rute Berau dan Samarinda Available

Jadwal Damri Tanjung Selor Hari Ini: Rute Berau dan Samarinda Available

22 Siswa SMP Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru di Indramayu, Polisi Buru Pelaku DPO

22 Siswa SMP Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru di Indramayu, Polisi Buru Pelaku DPO

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com