Catherine Hindra Sutjahyo resmi melepas jabatannya sebagai Wakil Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) setelah keputusan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kepergiannya menutup perjalanan panjang di perusahaan yang telah ia masuki sejak 2021, termasuk saat memimpin sejumlah unit penting di ekosistem layanan on-demand milik GoTo.
Dalam keterangan usai RUPSLB, Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo menyampaikan terima kasih atas kontribusi Catherine selama berada di perusahaan. Ia juga menyampaikan harapan agar Catherine bisa melanjutkan kariernya dengan baik setelah tidak lagi menjabat di perseroan. “Saya berterima kasih kepada Catherine atas dedikasi dan kontribusinya selama ini dalam memperkuat posisi GoTo, dan saya berharap yang terbaik untuk perjalanan Catherine selanjutnya,” kata Hans pada Rabu (14/10/2026).
Nama Catherine cukup lekat dengan bisnis GoFood dan layanan harian Gojek. Pada 2023, ia dipercaya menjadi Presiden On-Demand Services, posisi yang membuatnya bertanggung jawab atas arah strategi seluruh unit bisnis layanan sesuai permintaan di dalam ekosistem GoTo. Sebelum itu, pada 2021 hingga 2022, Catherine menjabat sebagai Head of Food and Indonesia Sales & Operations Gojek, peran yang menempatkannya di pusat pengelolaan GoFood sekaligus urusan penjualan dan operasional Gojek di Indonesia.
Sebelum bergabung dengan GoTo, Catherine terlebih dahulu masuk ke Gojek pada 2018. Di sana, ia ikut membangun strategi dan pengembangan produk GoFood, termasuk upaya menjawab kebutuhan konsumen sambil tetap memberi dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Latar belakang inilah yang kemudian membuatnya dikenal sebagai salah satu figur penting di balik pertumbuhan layanan pesan-antar makanan tersebut.
Karier Catherine di sektor teknologi dan ritel digital juga terbangun dari pengalaman di sejumlah perusahaan lain. Ia pernah menjadi Chief Executive Officer PT Sumber Trijaya Lestari atau Alfacart pada 2016–2017. Sebelumnya, Catherine adalah Managing Director sekaligus salah satu pendiri PT Fashion Eservice, perusahaan yang menaungi Zalora Indonesia. Jauh lebih awal, ia memulai karier profesional di McKinsey & Company sebagai Business Analyst pada 2004–2006, lalu pindah ke Innosight sebagai Venture Leader pada 2006–2009, sebelum kembali lagi ke McKinsey sebagai Senior Associate pada 2010–2012.
Di luar bisnis, Catherine pernah mendapat panggung internasional ketika diundang Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Maret 2019 untuk berbicara dalam pertemuan tahunan Komisi Status Perempuan. Forum itu membahas peran perusahaan dalam memberdayakan pengusaha perempuan. Namanya juga masuk daftar “40 under 40: The Indonesian Vanguard of 2020” dari Prestige Indonesia. Catherine merupakan lulusan Bachelor of Business bidang Banking & Finance dari Nanyang Technological University, Singapura, pada 2004.
Dengan mundurnya Catherine, susunan terbaru jajaran komisaris dan direksi GOTO tetap memuat Agus D. W. Martowardojo sebagai Komisaris Utama, John A. Prasetio, Dirk Van den Berghe, dan Marjorie Tiu Lao sebagai Komisaris Independen, Wishnutama Kusubandio sebagai Komisaris, serta Wuzhen (William) Xiong sebagai Direktur.










Discussion about this post