klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Bisnis

Indonesia Menjadi Pusat Industri Baterai Dunia, The Battery Show Asia 2026 Siap Digelar di Jakarta

Redaksi by Redaksi
9 Mei 2026 - 16:16
Reading Time: 3 mins read
0
Indonesia Menjadi Pusat Industri Baterai Dunia, The Battery Show Asia 2026 Siap Digelar di Jakarta

Indonesia Bertransformasi Menjadi Pemain Utama Industri Baterai Global

Indonesia semakin agresif dalam memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri baterai global. Dengan cadangan nikel yang melimpah dan meningkatnya investasi dalam kendaraan listrik, negara ini kini tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga mulai membangun ekosistem baterai yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Sebelumnya, Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen utama bahan baku untuk industri baterai. Namun, kini negara ini sedang mengalami transformasi menjadi pusat produksi dan inovasi baterai, serta bagian penting dalam rantai pasok kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi di Asia.

Baterai bukan lagi sekadar komponen tambahan, melainkan fondasi utama dalam masa depan energi nasional. Indonesia memiliki modal kuat berupa cadangan nikel sekitar 1,6 juta ton, yang menjadi bahan utama dalam pembuatan baterai lithium-ion. Selain itu, pasar baterai nasional juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Pada 2024, nilai pasar baterai mencapai sekitar USD 1,45 miliar dan diproyeksikan tumbuh hingga 2030 dengan laju 23,7 persen. Sementara itu, pasar Battery Energy Storage System (BESS) diperkirakan akan melonjak dari USD 4,36 miliar menjadi USD 15,82 miliar pada 2032.

Pemerintah Indonesia juga memperkuat langkah ini dengan target ambisius pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt guna mempercepat kemandirian energi dan penggunaan energi bersih.

Momentum yang Mendorong Pertumbuhan Industri Baterai

Momentum tersebut mendorong digelarnya kembali The Battery Show Asia – Indonesia 2026 pada 2-5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian besar Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026.

Memasuki edisi kedua, ajang ini akan mempertemukan seluruh rantai industri baterai, mulai dari produsen sel baterai, perakit battery pack, pengembang sistem manajemen baterai (BMS), hingga pelaku daur ulang dan infrastruktur kendaraan listrik.

Tak sekadar pameran teknologi, The Battery Show Asia – Indonesia juga menjadi wadah strategis bagi investor, regulator, pelaku industri, hingga institusi riset untuk memperkuat kolaborasi. Sejumlah organisasi penting seperti Perkumpulan Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) dan National Battery Research Institute (NBRI) dipastikan turut ambil bagian dalam forum ini.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, menegaskan bahwa industri baterai kini menjadi bagian dari strategi besar nasional. “Baterai bukan lagi sekadar produk, melainkan bagian dari strategi industri. Dari kendaraan listrik hingga energi terbarukan, semuanya membutuhkan ekosistem terintegrasi. Melalui The Battery Show Asia – Indonesia, kami ingin mempercepat kolaborasi dan investasi,” ujarnya dalam pernyataan resminya, Kamis (7/5).

Kolaborasi yang Memperluas Ekosistem Industri

Pameran ini juga akan digelar bersamaan dengan Electric & Power Indonesia serta Data Center Asia – Indonesia dalam satu rangkaian Energy Week – IEE Series 2026. Ketiganya membentuk ekosistem industri lengkap, mulai dari pembangkitan energi hingga pengelolaan data berbasis teknologi.

Sejumlah perusahaan global seperti BryAir, Shandong Gelon Lib Co., Ltd., Enertex Global Energy, hingga Trafoindo Prima Perkasa dipastikan ikut meramaikan ajang ini, menandakan semakin luasnya kebutuhan solusi baterai di berbagai sektor industri.

Selain pameran, berbagai forum diskusi strategis juga akan digelar, mulai dari peran Indonesia dalam rantai pasok global, keamanan baterai di iklim tropis, hingga pengembangan ekonomi sirkular melalui daur ulang baterai.

Kesuksesan The Battery Show Asia di Hong Kong yang diikuti lebih dari 15.000 peserta dari 103 negara menjadi sinyal kuat bahwa ajang serupa di Indonesia berpotensi menjadi pusat diskusi strategis industri baterai di kawasan.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Dengan langkah ini, Indonesia tak hanya menjadi pasar kendaraan listrik yang menjanjikan, tetapi juga tengah membangun fondasi sebagai pusat produksi dan inovasi baterai global. Di tengah transisi energi, baterai kini menjadi kunci utama. Dan melalui The Battery Show Asia – Indonesia 2026, masa depan industri baterai nasional mulai dibentuk—bukan sekadar wacana, tetapi realita yang sedang berjalan.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

IHSG Turun ke 6.009 Saat Pasar Mencerna Perombakan Kabinet Prabowo-Gibran
Bisnis

IHSG Turun ke 6.009 Saat Pasar Mencerna Perombakan Kabinet Prabowo-Gibran

1 Oktober 2026 - 22:55
Dunia Usaha Minta Reshuffle Prabowo Tak Mengganggu Arah Kebijakan Ekonomi
Bisnis

Dunia Usaha Minta Reshuffle Prabowo Tak Mengganggu Arah Kebijakan Ekonomi

1 Oktober 2026 - 20:55
TLKM dan VISI Kompak Melemah Usai RUPSLB, Pasar Soroti Arah Baru Bisnis Keduanya
Bisnis

TLKM dan VISI Kompak Melemah Usai RUPSLB, Pasar Soroti Arah Baru Bisnis Keduanya

1 Oktober 2026 - 09:48
Harga BBM Pertamina per 1 Oktober 2026 Masih Bertahan, Pertamax dan Pertalite Belum Naik
Bisnis

Harga BBM Pertamina per 1 Oktober 2026 Masih Bertahan, Pertamax dan Pertalite Belum Naik

1 Oktober 2026 - 07:47
Telkom Ganti Direktur Utama, Nanang Hendarno Resmi Pimpin Perseroan
Bisnis

Telkom Ganti Direktur Utama, Nanang Hendarno Resmi Pimpin Perseroan

30 September 2026 - 22:18
Crossing Saham BBCA Tembus Rp 3,06 Triliun di Tengah Isu Pasar soal Haji Isam
Bisnis

Crossing Saham BBCA Tembus Rp 3,06 Triliun di Tengah Isu Pasar soal Haji Isam

30 September 2026 - 20:47
Next Post
Tambah mileage lari tanpa cedera, ini saatnya

Tambah mileage lari tanpa cedera, ini saatnya

Tiga Pertandingan Terakhir Jadi Ujian Bagi Johnny Jansen Capai Lima Besar

Tiga Pertandingan Terakhir Jadi Ujian Bagi Johnny Jansen Capai Lima Besar

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com