Aksi Asusila di Perpustakaan PNJ: Video Mesum Mahasiswa Viral, Kampus Lakukan Penyelidikan
Sebuah insiden yang menghebohkan terjadi di lingkungan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, Jawa Barat, ketika sebuah video yang merekam aksi mesum dua pria tersebar luas di media sosial. Kejadian ini sontak menimbulkan reaksi beragam dari publik dan pihak kampus.
Video yang beredar menunjukkan dua individu yang diduga melakukan tindakan asusila di area perpustakaan PNJ. Salah satu dari mereka teridentifikasi sebagai mahasiswa PNJ semester dua, sementara rekannya berasal dari luar kampus. Pihak PNJ sendiri telah membenarkan kebenaran peristiwa tersebut dan menyatakan sikap tegas terhadap segala bentuk tindakan yang melanggar norma kesusilaan di lingkungan akademik.
Kronologi Kejadian Berdasarkan Keterangan Saksi
Menurut kesaksian seorang mahasiswa PNJ yang enggan disebutkan namanya, berinisial R, kejadian bermula ketika kedua pria tersebut kedapatan berduaan di area perpustakaan. “Mereka ketahuan ciuman di perpustakaan PNJ di bagian belakang. Yang satu anak PNJ, yang (yang gendut pakai baju biru itu) anak luar,” ungkap R pada Rabu (3/6/2026).
R menjelaskan lebih lanjut bahwa mahasiswa yang berasal dari luar kampus tersebut datang ke area PNJ tanpa diketahui oleh mahasiswa PNJ yang mengenakan rompi. Pertemuan mereka kemudian terjadi di area selasar perpustakaan. “Terus mereka melakukan tindakan asusila itu,” tambahnya, menggambarkan momen saat aksi mesum itu terjadi.
Dalam rekaman video yang viral, terlihat perbedaan penampilan kedua pelaku. Satu mahasiswa mengenakan rompi, sementara yang lainnya memakai kemeja. Spekulasi pun muncul di kalangan publik mengenai orientasi seksual kedua individu tersebut, dengan dugaan bahwa mereka adalah pasangan sesama jenis.
Pernyataan Resmi PNJ: Menegaskan Sikap dan Proses Penyelidikan
Humas PNJ, Soraya Aldina, secara resmi membenarkan bahwa peristiwa tersebut memang terjadi di lingkungan kampus, tepatnya di area perpustakaan. “Itu memang benar terjadi di lingkungan kampus,” ujar Soraya kepada awak media.
Soraya menegaskan bahwa PNJ tidak mentolerir segala bentuk tindakan asusila yang dilakukan di lingkungan kampusnya. Namun, di sisi lain, pihak kampus juga menekankan pentingnya untuk tetap menjaga hak-hak dan privasi para pelaku, meskipun tindakan mereka tercela.
“Sanksi paling berat itu tentu ada, bisa dikeluarkan, tapi untuk keputusan akhir kita akan telaah lagi aturan-aturannya seperti apa, yang bersangkutan itu memang pantas atau tidaknya untuk mendapatkan, itu kan kita harus telaah,” jelas Soraya mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh pihak PNJ.
Proses kajian mendalam terhadap aturan dan bukti yang ada sedang dilakukan untuk menentukan sanksi yang paling tepat bagi kedua individu tersebut. PNJ berupaya untuk bersikap adil sambil tetap menjaga integritas dan nilai-nilai yang dianut oleh institusi pendidikan.
Dampak dan Implikasi Peristiwa
Viralnya video aksi mesum di perpustakaan PNJ menimbulkan berbagai diskusi di ruang publik, terutama terkait dengan pengawasan di lingkungan kampus dan isu-isu mengenai orientasi seksual. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi institusi pendidikan untuk terus memperkuat sistem pengawasan dan edukasi mengenai etika serta norma yang berlaku.
Pihak kampus menghadapi tantangan ganda: menangani pelanggaran disiplin yang serius sekaligus memastikan bahwa proses penegakan sanksi dilakukan secara adil dan proporsional, dengan tetap menghormati hak asasi manusia. Keputusan akhir mengenai sanksi akan sangat bergantung pada hasil penyelidikan internal yang komprehensif.
Meskipun pelaku yang satu adalah mahasiswa PNJ, pelaku lainnya berasal dari luar. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai akses dan pengawasan di area publik kampus seperti perpustakaan. Pihak PNJ diharapkan dapat mengevaluasi kembali prosedur keamanan dan akses bagi pengunjung luar untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Diharapkan, investigasi yang dilakukan oleh PNJ akan memberikan kejelasan dan keadilan, serta menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga kesopanan dan etika di ruang publik, terutama di lingkungan pendidikan.









Discussion about this post