klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Berita

Wabah PMK, Tiongkok Perketat Perbatasan dan Bunuh Hewan Ternak

Redaksi by Redaksi
8 April 2026 - 07:56
Reading Time: 3 mins read
0
Wabah PMK, Tiongkok Perketat Perbatasan dan Bunuh Hewan Ternak

Tindakan Darurat di Perbatasan China Akibat Wabah PMK

China telah mengambil langkah-langkah darurat untuk memperketat penjagaan di perbatasan darat guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Tindakan ini dilakukan setelah virus dari luar negeri terbukti masuk ke dalam negeri, sehingga petugas harus segera memusnahkan ternak di wilayah yang terkena dampak parah (zona merah).

Kementerian Pertanian China melaporkan bahwa sejak akhir pekan lalu, telah dilakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan secara besar-besaran untuk menyelamatkan kawanan sapi. Kegiatan ini dipusatkan di wilayah barat laut, daerah yang paling berisiko karena sering menjadi tempat perdagangan internasional.

Penemuan Virus Baru dari Afrika di Perbatasan China

Wabah PMK yang menyerang wilayah barat laut China dipastikan berasal dari jenis serotipe SAT1. Kementerian Pertanian mencatat virus ini sudah menulari 219 dari total 6.229 sapi di Provinsi Gansu dan Xinjiang.

Para ahli menyebutkan bahwa ini adalah kasus pertama di China, karena virus jenis ini biasanya hanya ada di Afrika. Pemerintah di Beijing menjelaskan bahwa virus ini masuk melalui jalur perbatasan barat laut yang berdekatan dengan Kazakhstan, Mongolia, dan Rusia.

“Wabah ini mengancam wilayah yang sangat luas. Saat ini, pemerintah daerah sedang bekerja sangat keras dan berada di bawah tekanan besar untuk mencegah penyebarannya,” kata Rosa Wang, seorang analis dari Shanghai JC Intelligence Co.

Secara teknis, virus serotipe SAT1 jauh lebih berbahaya dibandingkan jenis lain yang biasa ditemukan di Asia. Virus ini bisa menular sangat cepat melalui udara, sehingga mudah berpindah dari satu peternakan ke peternakan lainnya.

Kondisi di perbatasan semakin tegang setelah muncul kabar adanya wabah serupa di Siberia, Rusia. Meskipun Rusia membantah hal tersebut, China tetap memperketat patroli di jalur-jalur tikus untuk mencegah masuknya hewan selundupan yang membawa penyakit.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Sejak tahun 2025, virus ini terpantau menyebar dari Afrika menuju Timur Tengah dan Asia Barat. Akibatnya, pemerintah daerah di Xinjiang dan Gansu kini menutup sementara seluruh pasar hewan. Angka kematian sapi muda akibat virus ini bahkan bisa mencapai lebih dari 50 persen, yang membuat para peternak sangat khawatir.

Pemusnahan Massal Hewan Ternak

Masalah utama yang dihadapi China saat ini adalah tidak adanya stok vaksin yang cocok. Vaksin yang ada sekarang hanya efektif untuk jenis virus lama, namun tidak mempan melawan jenis serotipe SAT1 dari Afrika.

Untuk mengatasinya, pemerintah China memberikan izin darurat bagi dua jenis vaksin baru buatan Zhongnong Weite Biotechnology Co., Ltd. Vaksin ini diharapkan sudah bisa dibagikan dalam waktu kurang dari sebulan untuk menekan penularan di Xinjiang dan Gansu.

Selain vaksinasi, pemerintah juga menjalankan aturan pemusnahan massal yang sangat ketat. Sapi yang terbukti sakit langsung dimusnahkan dan dikubur menggunakan cairan kimia khusus. Bahkan, hewan yang sehat di sekitar lokasi wabah juga ikut dimusnahkan agar virus tidak menyebar lebih jauh.

Pemerintah pusat sudah menyiapkan dana bantuan untuk peternak yang merugi. Namun, banyak peternak yang merasa cemas karena proses pencairan dana biasanya lama dan jumlah uang yang diterima sering kali lebih rendah dari harga jual sapi di pasar.

Wabah PMK akan Berdampak pada Harga Daging Sapi

Wabah virus baru ini terjadi di saat harga daging di China sedang merosot. Kondisi ini membuat keuntungan para peternak semakin menipis.

“Jika wabah ini tidak segera diatasi, harga sapi di tingkat peternak mungkin akan turun dulu karena kepanikan, namun setelah itu harga akan melonjak tinggi karena jumlah ternak yang tersedia semakin sedikit,” ujar Xu HongZhi, seorang analis dari Beijing Orient Agribusiness Consultants.

Tantangan ini menjadi lebih sulit karena beberapa negara tetangga dianggap kurang terbuka dalam melaporkan kasus penyakit di wilayah mereka. Pengalaman buruk saat menghadapi wabah demam babi Afrika pada 2018 membuat pemerintah China bertindak jauh lebih tegas kali ini.

Sebagai salah satu pembeli daging sapi terbesar di dunia, gangguan produksi di China bisa memicu kenaikan harga daging secara global. Negara pengekspor seperti Brasil dan Australia kini terus mengawasi situasi di China untuk menyesuaikan pengiriman mereka.


ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Farel Prayoga Bertemu Ibu Kandung Setelah 14 Tahun, Siti Baru Tahu Anaknya Jadi Penyanyi Terkenal
Berita

Farel Prayoga Bertemu Ibu Kandung Setelah 14 Tahun, Siti Baru Tahu Anaknya Jadi Penyanyi Terkenal

2 Oktober 2026 - 16:55
Andre Taulany Unggah Gombalan untuk Amanda Rigby Usai Menikah Tertutup di Jakarta Selatan
Berita

Andre Taulany Unggah Gombalan untuk Amanda Rigby Usai Menikah Tertutup di Jakarta Selatan

2 Oktober 2026 - 14:55
Arief Yunianto Ditahan, Ini Alur Polisi Menetapkan Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka
Berita

Arief Yunianto Ditahan, Ini Alur Polisi Menetapkan Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka

2 Oktober 2026 - 10:55
Chacha Frederica Pilih Jaga Privasi Putrinya hingga Siap Menentukan Sikap di Depan Publik
Berita

Chacha Frederica Pilih Jaga Privasi Putrinya hingga Siap Menentukan Sikap di Depan Publik

2 Oktober 2026 - 08:55
Adi Nugroho Nur Wichaksono Jadi Sorotan Usai Temuan Miras di Lapas Cibinong Diungkap Ombudsman
Berita

Adi Nugroho Nur Wichaksono Jadi Sorotan Usai Temuan Miras di Lapas Cibinong Diungkap Ombudsman

2 Oktober 2026 - 06:55
Bivitri: MK Dapat Jadi Jalan Keluar untuk Sengketa Syarat Pencalonan Gibran
Berita

Bivitri: MK Dapat Jadi Jalan Keluar untuk Sengketa Syarat Pencalonan Gibran

1 Oktober 2026 - 14:55
Next Post
Jadwal Kapal Sabuk Nusantara 90: Rute Ndao – Kupang 11 April 2026

Jadwal Kapal Sabuk Nusantara 90: Rute Ndao - Kupang 11 April 2026

12 Prediksi Zodiak Cinta Hari Ini, Mulai Aries Sampai Pisces

12 Prediksi Zodiak Cinta Hari Ini, Mulai Aries Sampai Pisces

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com