Vicky Prasetyo Berkurban Atas Nama Ibu Para Mantan: Bentuk Penghormatan dan Doa
Dalam perayaan Idul Adha tahun ini, Vicky Prasetyo mengejutkan publik dengan niatnya yang mulia untuk berkurban atas nama ibu dari sejumlah mantan pasangannya. Keputusan ini mencerminkan pandangan unik Vicky terhadap hubungan yang telah berakhir, di mana ia percaya bahwa ikatan emosional dengan keluarga mantan, terutama para ibu mertua, tetap memiliki tempat istimewa.
“Ya memang mungkin istri bisa jadi mantan, tapi kalau mertua, walaupun sebutannya mantan, di hati kita dia tetap menjadi ibu kita,” ujar Vicky Prasetyo saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum lama ini. Pernyataan ini menegaskan filosofi Vicky bahwa restu dan doa dari seorang ibu, terlepas dari status hubungan dengan anaknya, memiliki nilai yang tak ternilai.
Daftar Ibu yang Diniatkan Kurban oleh Vicky Prasetyo:
Vicky Prasetyo secara terbuka menyebutkan beberapa nama ibu dari mantan pasangannya yang ia niatkan untuk berkurban. Tindakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah bentuk penghormatan mendalam dan penyaluran doa.
- Ibu dari Zaskia Gotik: Vicky secara spesifik menyebut “si Emak”, menunjukkan kedekatan dan penghargaan yang ia miliki terhadap sosok ibu dari pedangdut yang pernah menjadi pasangannya.
- Ibu dari Angel Lelga: Vicky menegaskan keseriusannya dalam meniatkan kurban untuk ibunda dari mantan istri sirinya, Angel Lelga. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak memandang status hubungan masa lalu sebagai penghalang untuk berbuat baik.
- Almarhumah Ibu dari Kalina Ocktaranny: Sebuah gestur yang mengharukan datang dari Vicky yang juga meniatkan kurban untuk ibunda Kalina Ocktaranny yang telah berpulang. Ini adalah cara Vicky untuk terus mengirimkan doa dan penghormatan kepada sosok yang pernah menjadi bagian dari keluarganya.
- Ibu dari Rama Nuraini: Tak ketinggalan, Vicky juga menyertakan ibunda dari Rama Nuraini, mantan istri pertamanya. Kedekatan emosional ini diperkuat oleh fakta bahwa Rama Nuraini adalah ibu dari anak-anak Vicky.
Bukan Sekadar Pencitraan, Melainkan Niat Tulus
Menanggapi kemungkinan adanya persepsi bahwa tindakannya ini bertujuan mencari perhatian, Vicky Prasetyo dengan tegas membantahnya. Ia menekankan bahwa niat berkurban ini murni sebagai bentuk penghormatan dan doa, bukan untuk merendahkan pihak mana pun atau sekadar mencari sorotan publik.
“Sudah diniatin aja. Kadang ditulis namanya di kupon kurban, ya sudah. Gak perlu kita klarifikasi lagi ke mereka karenakan ini niatnya baik,” jelas Vicky. Ia menambahkan bahwa mengabarkan hal ini secara luas justru bisa menimbulkan kesalahpahaman.
“Lalu kita kabarin, kesannya malah kayak nyari sorotan atau apa. Lebih baik langsung jalankan saja,” sambungnya. Vicky lebih memilih untuk menjalankan ibadah kurbannya dengan tenang dan tulus, tanpa perlu mencari validasi dari orang lain.
Meskipun niatnya mulia, Vicky mengakui bahwa hubungan dengan para mantan pasangannya tidak semuanya berjalan mulus hingga saat ini. Namun, ia tetap membuka diri untuk komunikasi yang lebih baik. “Tapi kalau nanti berkomunikasi pun ya sudahlah, aku juga pengen ngerembuk lah kita sama-sama lah,” ujar Vicky Prasetyo, menunjukkan sikap kedewasaan dalam menghadapi dinamika hubungan pasca-perceraian.
Makna Mendalam di Balik Ibadah Kurban
Ibadah kurban memiliki makna yang sangat dalam dalam ajaran Islam, yaitu sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian sosial. Dengan meniatkan kurban atas nama ibu para mantan pasangannya, Vicky Prasetyo tidak hanya menjalankan rukun Islam, tetapi juga mengajarkan sebuah nilai universal tentang pentingnya menghormati orang tua dan menjaga hubungan baik, bahkan dalam situasi yang kompleks.
Tindakan Vicky ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk melihat hubungan mantan pasangan dari perspektif yang lebih luas. Fokus pada kebaikan, doa, dan penghormatan terhadap sosok ibu mertua dapat membantu meredakan ketegangan dan membangun kembali jembatan silaturahmi, meskipun dalam bentuk yang berbeda.
Kurban yang diniatkan atas nama ibu-ibu mantan pasangannya ini menjadi bukti bahwa Vicky Prasetyo memiliki hati yang lapang dan pemahaman yang mendalam tentang esensi Idul Adha, yaitu berbagi kebahagiaan dan keberkahan kepada sesama, termasuk kepada mereka yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.










Discussion about this post