BATAM, KLIKKEPRI.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad secara resmi membuka Workshop UMKM Penerima Subsidi Margin Kota Batam sekaligus menyerahkan secara simbolis plakat bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku usaha di Hotel Nagoya Hill, Lubuk Baja, Batam, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan bertema Menuju UMKM Naik Kelas: Berdaya Saing, Pintar Kelola, Berani Tumbuh, dan Amanah Angsuran tersebut turut dihadiri Direktur Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Helwin Yunus, jimpinan perangkat daerah, serta ratusan pelaku usaha mikro penerima manfaat.
Inovasi program pembiayaan subsidi margin 0 persen hasil kolaborasi Pemko Batam dan BRK Syariah dengan plafon hingga Rp20 juta per pelaku usaha tersebut berhasil membukukan outstanding pembiayaan menembus Rp1,1 miliar sejak diluncurkan pada Juni 2026.
Dalam arahannya, Amsakar membeberkan lima pilar utama agar UMKM lokal mampu bersaing dan masuk ke dalam rantai pasok industri besar, meliputi penguatan tata kelola usaha, peningkatan kapasitas SDM, kemudahan akses permodalan, perbaikan kualitas produk serta kemasan, dan perluasan pemasaran digital.
Amsakar juga menegaskan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 7,28 persen serta realisasi investasi yang mendekati Rp40 triliun pada semester I 2026 harus dimanfaatkan oleh UMKM untuk merebut peluang pasar lokal maupun wisatawan mancanegara.
Workshop dan penyerahan bantuan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Nagoya Hill ini diselenggarakan guna memperkuat kapasitas tata kelola usaha mikro, mengoptimalkan penyaluran pembiayaan subsidi margin 0 persen, mendorong penggunaan pemasaran digital, serta menjamin perlindungan sosial bagi wirausaha di Kota Batam.
Penguatan akses modal syariah dan jaminan perlindungan kerja ini diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas usaha rakyat, menyerap tenaga kerja informal, serta mengakselerasi pemulihan ekonomi berbasis komunitas di Kota Batam.
“Pemerintah Kota Batam berkomitmen bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat marjinal agar mampu bangkit dan tumbuh seiring pesatnya industri besar. Melalui kerja sama subsidi margin zero persen bersama BRK Syariah dan bantuan BPJS Ketenagakerjaan, kami mendorong pelaku UMKM Batam untuk memperkuat lima aspek utama, yakni tata kelola usaha, kapasitas SDM, akses modal, kualitas kemasan, serta pemasaran digital. Kami berpesan agar bantuan permodalan ini dikelola dengan sungguh-sungguh, dimanfaatkan secara optimal, dan dipenuhi kewajiban angsurannya secara amanah demi keberlanjutan usaha.” ujar Wali Kota Batam Amsakar Achmad.
Usai pemaparan materi, Wali Kota Amsakar Achmad bersama Direktur BRK Syariah Helwin Yunus meninjau stan pameran produk olahan dan kerajinan tangan hasil binaan UMKM Kota Batam. (din)










Discussion about this post