BATAM, KLIKKEPRI.com — Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengambil langkah konkret dalam menyelamatkan aset-aset daerah yang kurang produktif agar memiliki nilai tambah.
Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Pemko Batam resmi menyerahkan pengelolaan Kawasan Wisata Dendang Melayu kepada PT Vendoor Mebelia Indonesia (VMI) dengan masa kontrak selama 30 tahun, Kamis (16/7/2026).
PKS pemanfaatan aset strategis tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, yang bertindak mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad, bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur PT VMI, Meddy, di Kantor Wali Kota Batam.
Prosesi penandatanganan ini juga disaksikan secara langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata, Kepala BPKAD Kota Batam Abdul Malik, Direktur Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kristijanindyati Puspitasari, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Batam.
Berdasarkan draf kesepakatan, objek yang dikerjasamakan merupakan aset tanah milik Pemko Batam seluas sekitar 43.109,47 meter persegi atau sekitar 4,31 hektare yang berada di kawasan strategis Dendang Melayu.
Lahan luas tersebut nantinya akan diproyeksikan untuk pembangunan dan pengembangan destinasi pariwisata modern beserta seluruh fasilitas penunjangnya.
“Harapan kami, kerja sama ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset milik Pemerintah Kota Batam sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan penerimaan daerah. Sebelum prosesi penandatanganan hari ini, PT Vendoor Mebelia Indonesia juga telah merampungkan kewajiban penyetoran awal ke kas daerah sebesar Rp598 juta,” jelas Sekda Kota Batam, Firmansyah, Kamis (16/7/2026).
Firmansyah menambahkan, keberhasilan pengoptimalan aset ini tidak terlepas dari proses pendampingan ketat yang diberikan oleh tim LMAN.
Selain kawasan Dendang Melayu, skema kerja sama pemanfaatan yang produktif ini sebelumnya juga telah sukses diterapkan Pemko Batam untuk mengelola aset Pasar Induk.
Sementara itu, Plt Direktur PT VMI, Meddy, mengapresiasi atas kepercayaan besar yang telah diberikan oleh Pemko Batam sebagai mitra pengelola kawasan.
Pihaknya berkomitmen penuh untuk mengerahkan investasi terbaik guna mempercantik serta mengelola Dendang Melayu agar tumbuh menjadi destinasi pelesiran yang maju dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar secara berkelanjutan. (din)










Discussion about this post