BATAM, KLIKKEPRI.com — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menginstruksikan seluruh jajaran Ketua RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) untuk memperketat pengawasan informasi.
Perangkat lingkungan wajib bertindak sebagai filter informasi sekaligus perpanjangan lisan resmi pemerintah guna menangkal penyebaran miskomunikasi dan misinformasi di ruang publik.
Instruksi tegas tersebut diserukan Amsakar saat memimpin jalannya agenda Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama Perangkat Lingkungan Kecamatan Sagulung Triwulan II Tahun 2026 di Gedung Serba Guna SP Plaza, Sagulung, Senin (6/7/2026) malam.
Di hadapan ribuan tokoh masyarakat setempat, Wali Kota Amsakar didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra turut membeberkan hasil pertemuan mendadak mereka dengan Presiden Republik Indonesia di Istana Negara.
“Semalam kami mendapat undangan mendadak dari Bapak Presiden. Beliau memberikan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan berbagai capaian pembangunan di Batam.
Alhamdulillah, berbagai capaian tersebut dinilai memberikan kontribusi yang cukup signifikan, terutama terhadap capaian investasi nasional,” ungkap Amsakar disambut tepuk tangan riuh peserta yang hadir.
Oleh karena itu, Amsakar meminta para ketua RT dan RW menjaga momentum pertumbuhan makro ini dengan menciptakan stabilitas kamtibmas yang kondusif melalui pola komunikasi searah yang sehat dan transparan dari tingkat kelurahan hingga lingkungan warga terendah.
Selain memaparkan kemajuan investasi, Pemko Batam juga meminta keseriusan seluruh jajaran perangkat RT, RW, dan LPM untuk mengawal serta mengedukasi warga terkait integrasi Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang dijadwalkan meluncur secara resmi pada November 2026 mendatang.
Program digitalisasi jaring pengaman sosial ini sengaja dirancang terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) guna mengunci keakuratan data penerima manfaat agar penyaluran bantuan sosial (bansos) ke depan benar-benar tepat sasaran.
Berdasarkan data berkala yang dirilis Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, Sri Miranthy Adisthy, saat ini baru tercatat sebanyak 688 kepala keluarga (KK) di Batam yang terdaftar resmi di basis data Perlinsos.
Pemerintah menargetkan angka pendaftaran ini melonjak drastis melalui gerakan masif sosialisasi “jemput bola” oleh para ketua RT dan RW sebelum tenggat waktu peluncuran aplikasi pada akhir tahun.(din)










Discussion about this post