
Mobil listrik memiliki struktur teknologi yang jauh lebih sederhana dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional atau internal combustion engine (ICE). Namun, ini tidak selalu berarti bahwa mobil listrik lebih mudah ditangani dalam situasi darurat. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa mobil listrik masih tergolong baru di masyarakat, sehingga pengetahuan tentang cara menangani kondisi darurat belum sepenuhnya matang seperti pada kendaraan ICE. Selain itu, BEV (Battery Electric Vehicle) umumnya sangat bergantung pada sistem komputer berbasis software.
Contoh kasus sederhana adalah ketika mobil listrik mengalami mogok. Karena alasan keselamatan, banyak produsen menyediakan sistem keamanan khusus dan ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan pada mobil listrik sebagaimana biasanya dilakukan pada kendaraan ICE. Misalnya, prosedur derek tidak bisa dilakukan sembarangan. Dalam laman resmi Kia Global, mekanismenya harus diperhatikan dengan baik. Ini karena posisi motor listrik penggerak perlu diketahui terlebih dahulu, baru kemudian bagian roda yang menyentuh jalan bisa ditentukan.

Cara paling tepat untuk mengangkut kendaraan listrik Anda adalah dengan menempatkan seluruh rodanya di truk dengan dek rata. Jika tidak tersedia, Anda dapat menggunakan alat pengangkat roda depan atau belakang.
Masih ada syarat lainnya, jika ingin memindahkan kendaraan saat posisi diam karena mogok, maka Anda hanya dapat menggerakkannya dalam jarak pendek hingga 10 meter dengan kecepatan 5 km/jam pada posisi tuas netral (N) dan rem parkir dilepas. Setidaknya itu berlaku untuk semua kendaraan listrik lansiran Kia dan mungkin juga berlaku pada BEV merek lainnya. Bagaimana ketika mobil listrik mogok akibat sistem error? Umumnya mobil elektrik akan terkunci di tempat dalam keadaan parking mode.
Pendiri EV Safe sekaligus dosen di National Battery Research Institute, Mahaendra Gofar mengatakan karakteristik sistem pada mobil listrik akan otomatis dikunci agar kendaraan tidak dapat bergerak bebas, mencegah tabrakan atau manuver liar.

“Memang hampir semua BEV seperti ini karena electronic shifter. Jadi tidak ada shift lock untuk melepasnya secara manual, kalau tidak ada daya (listrik dari aki) itu tidak bisa pindah ke N,” kata Gofar kepada , Kamis (30/4).
Ia menambahkan, penyebab umum BEV dapat mengalami mogok biasanya ada dua yakni masalah pada baterai 12V atau sering disebut aki dan kesalahan pada sistem perangkat lunak alias software bug.
“Penyebab mogok di tengah jalan itu sudah ada banyak studinya. Biasanya dari lembaga penanganan breakdown seperti ADAC di Jerman. Hampir setengah kasus mogok disebabkan oleh aki 12V yang soak atau rusak,” papar Gofar.
Mobil listrik memang minim perawatan, tapi bukan berarti luput dari pemeriksaan berkala. Mengamati kesehatan baterai kecil atau aki secara rutin dapat memperkecil risiko komponen tersebut bermasalah sewaktu-waktu ketika kendaraan sedang digunakan.
Kemudian prosedur lain yang membuat BEV sedikit berbeda dibanding kendaraan ICE adalah menjadikannya di posisi netral atau tidak terkunci. Mobil listrik modern umumnya tak lagi dilengkapi rem parkir mekanis, semuanya sudah serba elektronik.
“Berusaha masuk ke N supaya bisa didorong, pengemudi harus tetap di dalam mobil untuk aktifkan mode derek (towing mode) yang biasanya digunakan untuk parkir paralel,” jelas Gofar sembari menekankan pemilik untuk mempelajari fitur pada mobil listriknya.










Discussion about this post