Liga Primer Inggris kembali berubah setelah Arsenal berhasil merebut posisi puncak klasemen dengan kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United di Stadion Emirates, London, pada Sabtu (25/4/2026). Kemenangan ini menjadi jawaban atas tekanan yang sempat membuat mereka kehilangan posisi teratas dari Manchester City.
Kekalahan sebelumnya memicu ketegangan dalam tim, tetapi hasil positif di kandang sendiri memberi semangat bagi para pemain. Gol penentu datang dari Eberechi Eze pada menit kesembilan. Skema bola mati yang dimainkan oleh Arsenal menghasilkan peluang yang akhirnya diubah Eze menjadi gol melalui tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper Nick Pope.
Meski gol ini menjadi titik terang, performa Arsenal justru terlihat tidak meyakinkan. Tim asuhan Mikel Arteta tampak gugup dan sering kehilangan ritme permainan. Atmosfer tegang terasa sepanjang pertandingan, dengan Newcastle beberapa kali mengancam lewat peluang yang hampir menciptakan gol, seperti tendangan rendah Sandro Tonali yang nyaris memecah kebuntuan.
Arteta mengakui bahwa timnya tidak tampil efisien meskipun berhasil meraih kemenangan. Ia menyatakan bahwa permainan mereka belum optimal. “Ini tidak akan pernah menjadi jalan yang mulus,” ujarnya. “Kami tahu pada babak pertama kami ingin mencetak gol kedua tetapi kami tidak cukup efisien. Tapi kami berhasil menyelesaikan tugas.”
Di babak kedua, tekanan semakin meningkat. Arsenal gagal memperbesar keunggulan, membuka ruang bagi Newcastle untuk mencuri poin. Salah satu momen paling menegangkan terjadi di pengujung laga ketika Yoane Wissa menyia-nyiakan peluang emas dengan tendangan yang melambung di atas mistar.
Namun, Arsenal menunjukkan daya tahan yang krusial. Kembalinya Bukayo Saka dari bangku cadangan setelah absen cukup lama memberi dorongan moral bagi tim. Arteta juga memberikan kabar tentang kondisi Kai Havertz yang sempat ditarik keluar karena cedera. Ia menyebut cedera tersebut tidak terlalu serius, meski tetap akan dipantau jelang laga berikutnya kontra Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions tengah pekan nanti.
“Cedera otot ringan. Kami rasa tidak terlalu parah,” kata Arteta.
Dengan hasil ini, Arsenal mengoleksi 73 poin dari 34 pertandingan dan kembali memimpin klasemen, sementara Manchester City berada di bawahnya dengan 70 poin dari 33 laga. Di sisi lain, Newcastle semakin terpuruk di papan bawah, menempati peringkat ke-14. Ini menjadi kekalahan liga keempat berturut-turut Newcastle, dan kekalahan ke-13 dalam 14 kunjungan liga terakhir mereka ke markas Arsenal.
Pelatih Newcastle Eddie Howe tetap melihat sisi positif dari performa timnya. Ia menilai permainan anak asuhnya lebih baik dibanding laga sebelumnya, meski hasil belum berpihak. “Saya tidak bisa terlalu kritis terhadap para pemain hari ini, itu adalah penampilan yang jauh lebih baik,” kata Howe.









Discussion about this post