Ringkasan Berita Gempa Magnitudo 3,5 di Pesisir Barat
Pada tanggal 26 April 2026 pukul 05:21 WIB, wilayah barat daya Kabupaten Pesisir Barat diguncang gempa dengan magnitudo 3,5. Gempa tersebut terjadi di koordinat 6.24 LS, 103.74 BT, dengan pusat gempa berjarak sekitar 118 km dari Pesisir Barat dan kedalaman sekitar 46 km.
Menurut informasi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini termasuk dalam kategori ringan dan umumnya tidak memiliki potensi merusak. BMKG merupakan lembaga pemerintah non-kementerian di Indonesia yang bertugas untuk mengamati dan menganalisis cuaca, iklim, serta fenomena geofisika seperti gempa bumi dan tsunami.
Pesisir Barat adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Lampung. Jarak antara kabupaten ini dengan ibu kota provinsi, Bandar Lampung, sekitar 230 km. Meskipun gempa terjadi di wilayah yang jauh dari ibu kota, informasi tentang gempa tetap penting untuk diketahui oleh masyarakat sekitar.
Magnitudo gempa mengacu pada ukuran energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi. Pengukuran ini dilakukan menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf. Dalam kasus ini, gempa tercatat dengan magnitudo 3,5, yang menunjukkan bahwa energi yang dilepaskan cukup kecil dan tidak menyebabkan kerusakan signifikan.
BMKG juga memberikan informasi tambahan mengenai skala intensitas gempa menggunakan skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Skala ini menunjukkan tingkat dampak gempa terhadap lingkungan dan masyarakat. Berikut penjelasannya:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
BMKG juga memberikan peringatan bahwa informasi yang diberikan bersifat sementara dan bisa berubah seiring kelengkapan data. Informasi lengkap mengenai gempa dapat dilihat melalui media sosial resmi BMKG di X @infoBMKG.








Discussion about this post