Nama Franka Franklin kembali ramai dibicarakan publik setelah suaminya, Nadiem Makarim, terseret dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Di luar sorotan itu, Franka punya perjalanan hidup yang menarik: ia dikenal sebagai pengusaha, salah satu pendiri Tulola Jewelry, sekaligus perempuan yang berasal dari keluarga dengan jejak bisnis, seni, dan sejarah militer Indonesia.
Franka lahir pada 8 Juli 1983 dari pasangan Franklin Franky Gunawan dan Sania Makki. Ia tumbuh dalam keluarga yang menaruh perhatian besar pada pendidikan dan kerja keras. Latar seperti itu ikut membentuk caranya memandang usaha, yang kemudian terlihat dalam kiprahnya membangun brand perhiasan yang memadukan desain, nilai budaya, dan pemberdayaan pengrajin lokal. Tulola Jewelry menjadi ruang bagi Franka untuk mengolah kekayaan tradisi Indonesia ke dalam karya yang punya ciri khas kuat.
Dalam susunan keluarga, Franka adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ia memiliki adik perempuan bernama Fannya Franklin. Dari beberapa unggahan yang beredar di media sosial, keduanya tampak dekat dan kerap menghabiskan waktu bersama keluarga, mulai dari merayakan ulang tahun hingga liburan. Kedekatan itu memperlihatkan bahwa meski kini Franka sudah membangun rumah tangga sendiri, hubungan dengan orang tua dan saudara tetap terjaga erat.
Garis keturunan Franka juga menyimpan sisi historis yang cukup kuat. Ia merupakan cucu dari Makki Perdanakusuma, tokoh penerbang Indonesia yang aktif pada masa awal kemerdekaan. Makki dikenal sebagai bagian dari Angkatan Udara Indonesia dan memiliki hubungan keluarga dengan Halim Perdanakusuma, pahlawan nasional yang namanya kini digunakan untuk Bandar Udara Halim Perdanakusuma di Jakarta. Dari sisi ini, Franka terhubung dengan keluarga yang punya peran dalam sejarah perjuangan bangsa.
Tak hanya dari jalur militer, warisan keluarga Franka juga datang dari dunia seni. Neneknya adalah Indriati Iskak, aktris senior yang populer pada era 1950-an. Ia dikenal lewat film klasik Tiga Dara yang dirilis pada 1957 dan sampai sekarang masih dipandang sebagai salah satu tonggak penting perfilman Indonesia. Jejak seni itu kerap dikaitkan dengan minat Franka pada desain dan kreativitas, yang tampak jelas dalam konsep Tulola Jewelry.
Di sisi lain, adik Franka, Fannya Franklin, menempuh bidang yang berbeda. Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun pribadinya, Fannya bekerja sebagai konselor psikoterapis, praktisi meditasi, serta aktif sebagai analis dan advokat isu kesehatan mental. Perannya menambah warna dalam keluarga Franklin yang latar belakangnya beragam, dari bisnis hingga kesehatan mental. Adapun kehidupan pribadi Franka bersama Nadiem Makarim dimulai lewat pernikahan pada 2014 di Bali. Pasangan ini dikaruniai empat anak dan memilih menjaga banyak detail keluarga tetap privat, termasuk identitas dua anak mereka yang tidak dipublikasikan secara luas.










Discussion about this post