Paris Saint-Germain menang 4-2 atas Manchester City pada laga Liga Champions, tetapi perhatian publik tidak berhenti di skor akhir. Seusai pertandingan di Paris, pelatih PSG Luis Enrique justru menjadi sorotan karena ucapannya yang dianggap menyindir klub-klub Inggris dan memancing respons keras dari para pendukung Premier League.
Di atas lapangan, PSG tampil jauh lebih meyakinkan pada paruh pertama. Tuan rumah sudah unggul tiga gol sebelum turun minum lewat Desire Doue, Ousmane Dembele, dan Vitinha. Manchester City baru bisa mengubah tempo permainan setelah jeda, terutama setelah Enzo Maresca melakukan tiga pergantian yang membuat timnya lebih agresif.
Upaya kebangkitan City sempat terlihat ketika Erling Haaland memperkecil keadaan. Namun, momentum mereka kembali terganggu setelah Gianluigi Donnarumma melakukan kesalahan yang berujung pada peluang bagi Maghnes Akliouche untuk menambah keunggulan PSG. Haaland kemudian mencetak gol lagi, tetapi skor 4-2 tetap bertahan hingga laga usai dan City pulang tanpa poin.
Kemenangan itu memperpanjang rangkaian hasil positif PSG saat menghadapi wakil Inggris di bawah arahan Luis Enrique. Dalam beberapa musim terakhir, klub Prancis tersebut memang beberapa kali berhadapan dengan tim Premier League seperti Liverpool, Aston Villa, Tottenham Hotspur, Chelsea, Arsenal, dan Manchester City. PSG juga sempat membalas kekalahan dari Arsenal dengan menyingkirkan tim asuhan Mikel Arteta itu dalam perjalanan menuju final musim lalu.
Rekor itu ikut diperkuat oleh produktivitas PSG. Mereka pernah mencetak lima gol ke gawang Tottenham, empat gol saat melawan Liverpool, serta delapan gol ketika menghadapi Chelsea. Karena itu, ketika Enrique berbicara usai laga, ucapannya langsung ditafsirkan sebagai sindiran terhadap klub-klub Inggris. Dilansir GiveMeSport, ia mengatakan: “Saya harap kita terus bermain melawan tim Inggris. Senang rasanya bisa datang dan bertemu kalian semua.”
Reaksi dari penggemar Premier League pun beragam, dan banyak yang menilai komentar tersebut bernada mengejek. Sebagian suporter menyoroti perbedaan beban jadwal antara PSG dan klub-klub Inggris. Manchester City, misalnya, harus melakoni laga melawan Liverpool di Anfield pada akhir pekan sebelum menghadapi PSG. Di sisi lain, PSG lebih leluasa melakukan rotasi saat menjamu Le Mans dan menang 3-1.
Dalam duel itu, beberapa pemain inti PSG seperti Willian Pacho, Marquinhos, Vitinha, Fabian Ruiz, Warren Zaire-Emery, Khvicha Kvaratskhelia, dan Desire Doue memulai laga dari bangku cadangan, sementara Ousmane Dembele bahkan tidak masuk skuad. Kondisi tersebut membuat perdebatan soal keuntungan pengelolaan skuad kembali mencuat. Ada pula kritik yang menilai jadwal padat di Inggris membuat pelatih sulit memberi istirahat penuh kepada pemain utama, sesuatu yang menurut mereka dimanfaatkan PSG untuk tampil lebih segar di Liga Champions.










Discussion about this post