Persaingan pasar mobil Indonesia berubah dalam sembilan bulan pertama 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip pada Kamis, 15 Oktober 2026, BYD berhasil menembus lima besar penjualan ritel nasional, sementara Honda justru turun ke posisi keenam. Di periode Januari-September 2026, Toyota masih memimpin pasar, disusul Daihatsu, Suzuki, dan Mitsubishi.
Toyota tetap menjadi merek dengan penjualan ritel tertinggi di Indonesia. Selama Januari-September 2026, pabrikan asal Jepang itu membukukan 194.519 unit, naik 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan capaian tersebut, Toyota menguasai sekitar 28,8 persen pangsa pasar mobil nasional. Di bawahnya, Daihatsu menempati urutan kedua dengan 109.376 unit, tumbuh 9 persen dan menguasai sekitar 16,2 persen pasar.
Posisi ketiga ditempati Suzuki yang mencatat 54.179 unit, atau meningkat 21,9 persen secara tahunan. Mitsubishi menyusul di peringkat keempat dengan 50.407 unit, naik 2,6 persen. Di tengah dominasi merek-merek lama, BYD mencuri perhatian karena lonjakan penjualannya membawa merek asal China itu ke posisi kelima, sebuah capaian yang menandai perubahan penting dalam peta persaingan otomotif nasional.
Selama Januari-September 2026, BYD menjual 42.710 unit secara ritel. Angka itu melonjak 100,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pertumbuhan dua kali lipat ini menunjukkan penguatan posisi BYD di pasar Indonesia, meski data Gaikindo belum merinci model mana yang paling besar menyumbang penjualan, termasuk faktor perluasan jaringan maupun perubahan minat konsumen.
Di sisi lain, Honda mengalami pelemahan cukup dalam. Penjualan ritelnya tercatat 35.885 unit, turun 33,7 persen dibandingkan Januari-September 2025. Hasil tersebut membuat Honda berada di posisi keenam dan keluar dari kelompok lima besar. Kondisi ini menjadi salah satu sorotan utama karena Honda selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu pemain besar di pasar mobil nasional.
Perubahan juga terjadi pada jajaran merek lain. Mitsubishi Fuso berada di urutan ketujuh dengan 31.409 unit, naik 75,4 persen. Jaecoo mencatat pertumbuhan paling agresif dengan 26.886 unit, atau melesat 5.694,4 persen, sehingga menempati posisi kedelapan. Isuzu berada di peringkat kesembilan dengan 22.018 unit, sedangkan Hino menutup daftar 10 besar dengan 19.223 unit. Sementara itu, Wuling yang sebelumnya kerap masuk jajaran 10 besar justru turun ke posisi ke-12 dengan 13.614 unit, turun 2,6 persen.
Rangkaian data ini memperlihatkan bahwa pasar otomotif Indonesia pada 2026 tidak lagi didominasi pemain lama semata. Merek-merek yang relatif baru mulai mampu menekan persaingan di kelas atas, sementara beberapa nama mapan harus menghadapi tekanan yang lebih besar. Pergeseran tersebut menunjukkan komposisi merek terlaris di Indonesia masih sangat dinamis sepanjang tahun ini.









Discussion about this post