Gelandang Paris Saint-Germain, Vitinha, ikut menyoroti situasi panas di timnas Portugal setelah Cristiano Ronaldo berselisih dengan pelatih Jorge Jesus. Pernyataan itu muncul usai PSG menang 4-2 atas Manchester City di Liga Champions, pertandingan yang turut diwarnai gol Vitinha. Meski tidak mengambil posisi dalam konflik tersebut, pemain 24 tahun itu secara terbuka berharap kapten Portugal segera kembali ke skuad.
Vitinha berbicara di zona campuran di Manchester dan memilih nada yang hati-hati agar tidak memperkeruh keadaan di ruang ganti Seleção. Kepada TNT Sports Brasil, ia menggambarkan jeda internasional terakhir sebagai periode yang sarat emosi. Ia juga menegaskan keinginan para pemain agar persoalan cepat selesai. “Jeda internasional kali ini kacau. Penuh emosi. Saya hanya berharap semuanya berakhir dengan baik. Semoga dia kembali dan semuanya baik-baik saja. Itulah yang sebenarnya kami semua inginkan. Saya berharap dia kembali dan semuanya terselesaikan,” ujarnya.
Ketegangan itu berawal dari keputusan Jesus menempatkan Ronaldo di bangku cadangan saat Portugal menang 2-1 atas Norwegia di Nations League. Padahal, penyerang berusia 39 tahun itu disebut sudah melakukan pemanasan selama 30 menit dan memahami bahwa ia akan dimainkan. Situasi tersebut memicu rasa tidak puas yang kemudian berkembang menjadi polemik terbuka antara pemain dan pelatih.
Pada 6 Oktober, Ronaldo merilis pernyataan yang membeberkan isi pembicaraan pribadinya dengan Jesus. Dalam penjelasannya, ia menuduh pelatih dua kali tidak menepati janjinya, termasuk soal rencana memberi penjelasan di konferensi pers setelah laga. Kekecewaan itu berujung pada keputusannya meninggalkan pemusatan latihan di Kopenhagen menjelang pertandingan berikutnya melawan Denmark.
Meski kemudian Ronaldo meminta maaf kepada rekan-rekan setim, Federasi Sepak Bola Portugal atau FPF tetap mengambil langkah disiplin. Pada 9 Oktober, federasi menjatuhkan skorsing sementara dan menyatakan perkara ini sebagai kasus mendesak. Aturan FPF juga membuka kemungkinan hukuman yang jauh lebih berat bagi pemain yang tidak memenuhi panggilan tim nasional, yakni larangan bermain antara satu hingga enam bulan serta denda besar.
Hingga kini, belum terlihat tanda-tanda rekonsiliasi antara Ronaldo dan Jesus. Kedua pihak masih bertahan pada sikap masing-masing, sementara bayang-bayang sanksi panjang membuat masa depan sang megabintang di tim nasional belum jelas. Bagi Portugal, kebuntuan ini datang pada waktu yang tidak ideal karena agenda laga internasional bulan November sudah menanti. Di sisi lain, Vitinha harus kembali fokus ke klub karena PSG bersiap menghadapi Barcelona dalam duel besar Liga Champions pekan depan.










Discussion about this post