Jurnalis sekaligus pengamat MotoGP, Simon Patterson, melayangkan kritik keras terhadap Grand Prix Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang digelar Minggu (11/10/2026). Melalui episode The Race MotoGP Podcast yang tayang Senin (12/10/2026), Patterson menyebut balapan itu sebagai salah satu yang paling buruk yang ia lihat dalam waktu lama. Penilaiannya muncul di tengah sorotan terhadap aturan tekanan minimum ban depan yang memengaruhi jalannya lomba.
Perdebatan soal regulasi ban menjadi pusat perhatian sepanjang akhir pekan balapan. Aturan tersebut mewajibkan tim menjaga tekanan ban depan tetap berada dalam batas yang ditentukan, karena pelanggaran bisa berujung hukuman. Akibatnya, para pembalap tidak hanya berpacu untuk menyerang atau bertahan, tetapi juga harus menghitung risiko teknis setiap kali mencoba menyalip atau mempertahankan posisi.
Masalah itu sudah terlihat sejak sesi sprint pada Sabtu (10/10/2026). Jorge Martin sempat memimpin dengan jarak lebih dari 1,5 detik, namun situasi terkait tekanan ban dan kesalahan di fase akhir membuat peluangnya untuk menang hilang. Momen tersebut kemudian ikut memperkuat anggapan bahwa regulasi teknis turut mengubah karakter persaingan di Mandalika.
Kontroversi yang sama kembali muncul pada balapan utama sehari kemudian. Pedro Acosta dari KTM dan Marc Marquez terlibat duel yang berulang kali berubah arah karena kondisi tekanan ban. Acosta sempat harus mengembalikan posisi kepada Marquez, lalu keduanya kembali saling salip. Menurut laporan Motorsport.com pada 11 Oktober 2026, pertukaran posisi itu berlangsung selama sekitar 10 hingga 12 putaran, situasi yang dinilai membuat pertarungan mereka kurang enak ditonton karena tidak sepenuhnya menyerupai duel menyalip pada umumnya.
Di tengah kritik terhadap jalannya lomba, Aprilia Racing justru tampil sangat dominan. Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenang setelah menyalip Raúl Fernández yang lebih dulu memimpin. Fernández finis kedua, Jorge Martin ketiga, dan Ai Ogura menempati posisi keempat. Hasil itu membuat Aprilia mengunci urutan satu sampai empat pada balapan utama MotoGP Indonesia 2026.
Dari sisi klasemen, hasil Mandalika juga memberi dampak penting. Jorge Martin kembali ke puncak dengan 355 poin, hanya unggul dua angka dari Marc Marquez yang mengoleksi 353 poin usai finis keenam. Walau komentar Patterson bersifat pribadi dan bukan penilaian resmi penyelenggara atau MotoGP secara keseluruhan, kritiknya menambah daftar keluhan terhadap aturan tekanan ban yang juga disuarakan Pedro Acosta. Perdebatan ini memperlihatkan bagaimana regulasi teknis kerap berbenturan dengan kebutuhan menghadirkan balapan yang menarik bagi penonton.










Discussion about this post