Dunia hiburan Hollywood kehilangan salah satu sosok yang selama ini menjembatani sektor keuangan dan perfilman. Linda Duncombe, eksekutif perbankan yang kemudian meniti karier sebagai produser film independen, meninggal dunia pada usia 55 tahun. Ia wafat pada Minggu akibat komplikasi stroke, setelah beberapa hari sebelumnya didiagnosis mengidap kanker paru-paru stadium dua.
Kabar duka itu disampaikan Variety dan segera memicu banyak ungkapan belasungkawa dari rekan kerja, sahabat, hingga lembaga-lembaga yang pernah merasakan dampak kontribusinya. Kepergian Duncombe terasa mengejutkan karena ia masih aktif membangun langkah baru di industri film, setelah bertahun-tahun berkarya di dunia perbankan.
Sebelum dikenal sebagai produser, Duncombe memiliki rekam jejak panjang di sektor jasa keuangan. Salah satu posisi penting yang pernah ia emban adalah Chief Marketing, Data and Digital Officer di City National Bank selama lima tahun. Di jabatan itu, ia tidak hanya mengurus strategi bisnis, tetapi juga membangun relasi dengan berbagai organisasi yang dekat dengan ekosistem hiburan.
Nama-nama seperti SAG-AFTRA Foundation, Recording Academy, Motion Picture & Television Fund, dan Tribeca Film Festival termasuk dalam jaringan kerja yang ia kembangkan. Perannya semakin menonjol ketika pandemi COVID-19 melanda, saat ia ikut mendorong penyaluran pinjaman lebih dari 1,8 miliar dolar AS lewat program Paycheck Protection Program untuk membantu industri hiburan bertahan di masa sulit.
Dalam dua tahun terakhir hidupnya, Duncombe mulai mengejar minat lamanya di bidang produksi film. Ia terlibat dalam dua proyek, yakni film keluarga petualangan The Queen’s Jewels dan thriller Killing Time. Keduanya dijadwalkan tayang secara global pada 2027, dengan Duncombe ikut menangani banyak aspek produksi, mulai dari pembiayaan hingga promosi.
Selain dari sisi profesional, Duncombe juga aktif di lingkungan organisasi seni. Sejak 2022, ia menjadi anggota dewan direksi SAG-AFTRA Foundation dan turut terlibat dalam kegiatan penggalangan dana serta pengembangan program. Organisasi itu menyebutnya sebagai pemimpin yang hangat, dermawan, dan memiliki komitmen kuat untuk mendukung para pekerja seni.
Warisan Duncombe tidak hanya tercermin dari jabatan atau proyek yang pernah ia tangani, tetapi juga dari kemampuannya menghubungkan dunia bisnis dengan kebutuhan komunitas hiburan. Bagi banyak pihak, ia dikenang sebagai pribadi yang memberi peluang, memperluas jejaring, dan menunjukkan kepedulian yang konsisten. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tetapi jejak kontribusinya di industri keuangan, film, dan kegiatan sosial akan tetap diingat.










Discussion about this post