Liverpool harus menelan kekalahan 0-3 dari Manchester City di Anfield, Minggu (11/10/2026), dalam laga yang ramai dibicarakan bukan hanya karena skor akhir, tetapi juga karena keputusan wasit Chris Kavanagh yang mengusir Ryan Gravenberch. Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, menilai kartu merah itu mengubah arah pertandingan dan menjadi momen penentu saat duel masih berjalan seimbang.
Menurut Iraola, Liverpool tampil cukup baik selama lebih dari satu jam pertama. Hingga menit ke-62, tuan rumah masih mampu mengimbangi permainan City. Situasi berubah ketika Gravenberch menerima kartu kuning kedua usai melanggar Jérémy Doku. Setelah Liverpool kehilangan satu pemain, Manchester City segera mengambil alih kendali dan menghukum lawan dengan tiga gol beruntun.
Erling Haaland memecah kebuntuan pada menit ke-65, lalu Doku menambah keunggulan tiga menit kemudian. Rayan Cherki kemudian memastikan kemenangan tim tamu pada menit ke-78. Bagi Liverpool, rangkaian gol itu terasa makin berat karena sebelumnya mereka masih terlihat punya peluang untuk menguasai pertandingan di hadapan pendukung sendiri.
Dalam konferensi pers seusai laga, Iraola menggambarkan pertandingan seperti dua babak yang sangat berbeda. Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap permainan Liverpool tidak bisa dilepaskan dari kartu merah Gravenberch. “Menurut saya, analisisnya cukup jelas. Kami memainkan dua pertandingan yang berbeda: satu sampai kartu merah, dan satu lagi dari kartu merah sampai akhir,” kata Iraola.
Ia juga mempertanyakan kartu kuning pertama yang diterima gelandang asal Belanda itu, yang muncul setelah insiden dengan Elliot Anderson. Menurut Iraola, pelanggaran tersebut tidak layak dihukum kartu. Ia bahkan menyebut kontaknya sangat ringan dan menyoroti bahwa hukuman baru diberikan setelah Anderson beberapa langkah kemudian terjatuh. Soal kartu kedua, Iraola berpendapat situasinya tidak terlalu berbahaya karena masih ada banyak pemain Liverpool di belakang bola.
Meski kecewa, Iraola tetap memberi apresiasi kepada para pemain dan suporter. Ia menilai skuadnya sudah bekerja keras dan pendukung Anfield memberi dukungan penuh sebelum, selama, dan sesudah pertandingan. Di sisi lain, laga ini juga disorot karena menjadi pertandingan pertama Manchester City setelah komisi independen Premier League menyatakan klub itu bersalah atas pelanggaran serius terkait aturan finansial, meski City membantah tuduhan tersebut dan masih mengajukan banding. Untuk Iraola, ketidakpastian itu bukan kondisi ideal, tetapi hasil pertandingan tetap harus diterima.










Discussion about this post