Jakarta International Stadium menjadi lautan penonton saat Avenged Sevenfold tampil di Jakarta pada Sabtu, 10 Oktober. Band rock asal Amerika Serikat itu kembali menyapa penggemar Indonesia lewat konser yang berlangsung meriah, padat energi, dan sarat kenangan. Acara yang digelar oleh Ravel Entertainment tersebut dihadiri puluhan ribu orang, meski ini bukan kali pertama mereka datang ke Tanah Air.
Panggung dibuka lebih dulu oleh musisi lokal St. Loco dan Isyana Sarasvati. Kehadiran dua penampil pembuka itu membuat suasana stadion makin panas sebelum giliran Avenged Sevenfold naik ke panggung sekitar pukul 21.00 WIB. Begitu intro lagu Nightmare terdengar lewat denting lonceng ikoniknya, sorak-sorai penonton langsung pecah menyambut Matt Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ, dan Brooks Wackerman.
Avenged Sevenfold tidak membuang waktu untuk langsung menghajar penonton dengan Nightmare. Namun, penampilan awal sempat diwarnai kendala teknis ketika pedal drum Brooks Wackerman bermasalah. Matt Shadows lalu menyapa penonton dengan menyebut sang drummer sebagai sosok yang luar biasa keras bermain. Setelah kru memperbaiki perangkat itu, konser kembali berjalan tanpa hambatan dan ritmenya justru makin menggila.
Deretan lagu yang dibawakan membawa penonton ke era kejayaan rock 2000-an. Magic, Afterlife, Shepherd of Fire, Buried Alive, Nobody, M.I.A., Gunslinger, hingga Hail to the King dimainkan dengan tenaga penuh. Tata cahaya dan semburan api dari panggung ikut memperkuat atmosfer, sementara penonton di area festival larut dalam moshing dan nyanyian bersama.
Momen emosional hadir ketika band membawakan So Far Away sebagai persembahan untuk The Rev, drummer mereka yang wafat pada 28 Desember 2009. Matt Shadows menegaskan lagu itu didedikasikan untuk sahabat mereka. Setelah itu, konser berlanjut dengan Bat Country, Unholy Confessions, dan A Little Piece of Heaven, yang kembali memancing energi besar dari penonton.
Salah satu lagu yang paling ditunggu malam itu adalah Dear God. Lagu yang dirilis pada 2007 lewat album self-titled tersebut punya tempat khusus di hati penggemar Indonesia, bahkan kerap dikaitkan dengan masa kejayaan warnet di tanah air. Matt Shadows sebelumnya juga sudah pernah berjanji akan membawakan lagu itu jika kembali tampil di Jakarta, dan janji tersebut akhirnya ditepati di JIS.
Di tengah antusiasme yang tak surut, Matt Shadows menyampaikan keinginannya untuk datang lagi ke Indonesia, bukan hanya ke Jakarta. Konser yang dipenuhi nostalgia itu kemudian ditutup dengan Cosmic, meninggalkan kesan bahwa hubungan Avenged Sevenfold dengan penggemar Indonesia masih sangat kuat dan belum akan berakhir dalam waktu dekat.










Discussion about this post