Mutasi di lingkungan TNI Angkatan Darat pada awal Oktober 2026 membawa Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar ke penugasan baru. Perwira tinggi bintang tiga yang pernah menjadi ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu bergeser dari jabatan Pangkostrad menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Posisi Pangkostrad kemudian diisi Letjen Iwan Setiawan.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak membenarkan peralihan jabatan tersebut saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026). Ia menyebut surat mutasi baru turun beberapa hari sebelumnya dan perubahan itu dilakukan beriringan dengan pelantikan enam pangdam baru. Maruli juga menegaskan bahwa penempatan Fadjar sebagai staf khusus bersifat sementara karena yang bersangkutan tengah mengikuti seleksi untuk mengisi jabatan utama di kementerian atau lembaga negara.
Nama Mohammad Fadjar bukan sosok baru di jajaran elite TNI AD. Ia lahir di Ambon, Maluku, pada 14 Agustus 1971, dan merupakan lulusan Akademi Militer 1993 dari kecabangan Infanteri, khususnya Kopassus. Di keluarga besar kepolisian dan militer, Fadjar juga dikenal sebagai adik Irjen Pol Krishna Murti yang kini menjabat Staf Ahli Bidang Manajemen Kapolri.
Sepanjang kariernya, Fadjar menempati sejumlah posisi penting di satuan dan lembaga pendidikan militer. Ia pernah memimpin Danyon 23 Grup 2 Kopassus, Dansepurhut Pusdikpassus, Kadep Mipatek Akmil, Dangrup 1/Para Komando, Koorspri Kasad, Danpusdikpassus Kopassus, hingga Danpusdiklatpassus Kopassus. Setelah itu, ia sempat menjadi ajudan Jokowi pada 2015-2016, sebuah peran yang membuat namanya makin dikenal publik.
Selepas bertugas di Istana, perjalanan karier Fadjar terus menanjak. Ia kemudian dipercaya memegang Danrindam IV/Diponegoro pada 2016-2017, Paban III/Siapsat Sopsad pada 2017-2018, serta Danrem 023/Kawal Samudera pada 2018-2019. Berikutnya ia mengemban amanah sebagai Danrem 031/Wira Bima, Danpusdikter Kodiklatad, Kasdivif 2/Kostrad, Ketua LP3M Unhan RI, dan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan.
Pada 21 Februari 2024, Fadjar dipromosikan menjadi Pangdam III/Siliwangi. Tak lama berselang, ia kembali naik jabatan menjadi Dankodiklat TNI sebelum akhirnya memimpin Pangkostrad sejak 30 Desember 2024. Dengan mutasi terbaru ini, ia meninggalkan kursi strategis tersebut setelah kurang lebih dua tahun menjabat.
Sebelumnya, Fadjar juga sempat mendapat sorotan saat memimpin upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat, pada 10 Agustus 2025. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto memuji sikapnya karena seorang letnan jenderal turun langsung menjadi komandan upacara. Prabowo menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat para prajurit dan menilai kepemimpinan dari depan sebagai contoh yang diinginkan.










Discussion about this post