Kabar duka datang dari Kelurahan Balun, Cepu, Blora, ketika Mbah Leginah, 85 tahun, meninggal dunia setelah sempat mengalami sesak napas dan dibawa ke rumah sakit. Sosok yang dikenal luas lewat video-video lucu bersama kreator konten Refido Kriska itu berpulang pada Jumat malam, 2 Oktober 2026, dan dimakamkan di pemakaman umum setempat pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Di tengah derasnya ucapan belasungkawa dari warganet, terungkap pula bahwa hubungan Mbah Leginah dan Refido bukanlah hubungan nenek dan cucu kandung, melainkan kedekatan sebagai tetangga depan rumah.
Nama Mbah Leginah sempat melejit di media sosial karena kehadirannya yang spontan dan menghibur dalam konten Refido. Banyak penonton mengira keduanya memiliki hubungan keluarga dekat, padahal warga sekitar menjelaskan bahwa mereka hanya tinggal berseberangan. Ketua RW 13 Kelurahan Balun, Suroso, menegaskan rumah Refido berada tepat di depan rumah Mbah Leginah. Kedekatan itulah yang membuat mereka kerap tampil bersama dan menghadirkan kesan hangat seperti keluarga sendiri.
Suroso mengatakan kondisi kesehatan Mbah Leginah menurun setelah mengalami sesak napas yang cukup sering kambuh. Ia menyebut pada Jumat sore, almarhumah masih terlihat duduk dan berbincang dengan anak-anak di halaman rumah. Namun pada malam harinya, keluhan sesak kembali muncul dan keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit. “Meninggalnya tadi malam sekitar jam satu,” ujar Suroso saat dihubungi Tribunjateng.com. Ia juga menyebut Mbah Leginah sudah lanjut usia dan dalam keseharian kadang tampak mudah lupa, tetapi dikenal baik oleh warga sekitar.
Di rumah, Mbah Leginah tinggal bersama menantu perempuan dan dua cucunya. Anak laki-lakinya telah lebih dulu meninggal dunia. Menurut Suroso, kedua cucunya sudah dewasa dan bekerja. Meski hidup sederhana, almarhumah menjadi sosok yang akrab di lingkungan tempat tinggalnya. Warga mengenalnya bukan hanya sebagai figur di media sosial, tetapi sebagai tetangga yang lama menetap di Balun dan memiliki hubungan hangat dengan orang-orang di sekitarnya.
Kepergian Mbah Leginah juga meninggalkan kesedihan bagi Refido. Melalui akun Instagram-nya, ia menyampaikan ungkapan perpisahan yang singkat namun penuh emosi. Unggahan itu segera menyedot perhatian publik dan hingga berita ini ditulis sudah ditonton sekitar 15 juta kali, disertai puluhan ribu komentar yang mayoritas berisi doa agar almarhumah mendapat tempat terbaik. Akun Instagram @refidoo sendiri kini memiliki sekitar 573 ribu pengikut, menandakan betapa luas jangkauan konten yang selama ini menampilkan kebersamaan mereka.
Bagi warga Kelurahan Balun, Mbah Leginah bukan sekadar wajah yang dikenal lewat layar ponsel. Ia adalah sosok lansia yang akrab dengan lingkungan, sering hadir dalam keseharian warga, lalu tanpa disangka menjadi bagian dari hiburan digital yang ditonton jutaan orang. Kini, tawa yang dulu lahir dari tingkah polosnya bersama Refido berganti duka, baik di rumah duka maupun di ruang-ruang komentar media sosial yang dipenuhi ucapan belasungkawa.










Discussion about this post