Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah resmi tercantum dalam susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031. Pendakwah yang juga memimpin Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu menjadi salah satu figur yang masuk struktur baru organisasi NU setelah rangkaian penyusunan kepengurusan selesai diumumkan.
Pengumuman tersebut merupakan tindak lanjut dari Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Dalam formasi terbaru itu, PBNU menetapkan total 210 pengurus dari berbagai unsur. Jumlah itu lebih banyak dibanding periode 2021-2026 yang berisi 189 orang.
Di jajaran Tanfidziyah, KH Kikin A. Hakim atau Gus Kikin dipercaya memimpin sebagai Ketua Umum PBNU. Gus Miftah masuk sebagai salah satu ketua bersama beberapa nama lain, termasuk Abdullah Azwar Anas. Adapun posisi sekretaris jenderal dipegang H Gudfan Arif.
Gus Kikin menjelaskan, penambahan jumlah pengurus dilakukan agar keterwakilan di tubuh organisasi lebih merata, baik dari sisi generasi maupun unsur kelembagaan. Ia menekankan bahwa penyusunan struktur tidak hanya mempertimbangkan tokoh senior, tetapi juga memberi ruang bagi kelompok lain di lingkungan NU.
“Kita ingin ada pemerataan dari semua jajaran dari generasi awal sampai akhir,” kata Gus Kikin saat menyampaikan susunan kepengurusan PBNU 2026-2031.
Komposisi baru itu juga memberi porsi bagi badan otonom NU. Unsur seperti Ansor, IPNU, dan IPPNU disebut ikut diperhatikan supaya keterwakilan di dalam organisasi lebih seimbang. Menurut Gus Kikin, penataan ini dilakukan agar berbagai elemen NU dapat hadir dalam struktur kepengurusan secara proporsional.
Masuknya Gus Miftah ke jajaran pimpinan PBNU menjadi sorotan karena selama ini ia lebih dikenal luas sebagai pendakwah dengan gaya komunikasi yang dekat dengan masyarakat. Kehadirannya di struktur pusat NU menambah peran publiknya, dari aktivitas dakwah ke ranah organisasi yang cakupannya lebih besar dan akan berjalan hingga 2031.
Di kepengurusan baru tersebut, Gus Miftah akan berada dalam struktur Tanfidziyah bersama ketua umum, para wakil ketua umum, para ketua, dan jajaran sekretariat. Formasi ini akan menjadi motor kerja PBNU untuk menjalankan amanat Muktamar ke-35 NU selama lima tahun ke depan, sekaligus mengelola dinamika warga Nahdlatul Ulama di berbagai daerah.










Discussion about this post