Istilah baddie kembali ramai dibicarakan di media sosial Indonesia setelah konser After Hours Til Dawn Tour milik The Weeknd berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada 26 dan 27 September 2026. Frasa ini dipakai banyak warganet untuk menggambarkan penampilan yang dianggap modis, percaya diri, dan menonjol, terutama di unggahan foto serta video dari para penonton konser.
Dalam percakapan anak muda di internet, baddie tidak lagi dipahami sebagai kata yang bermakna negatif. Istilah ini justru melekat pada sosok yang tampil menarik, punya gaya yang kuat, serta menunjukkan sikap mandiri. Karena itu, baddie kerap dipakai bukan hanya untuk membahas busana atau riasan, tetapi juga untuk menandai ekspresi percaya diri dan kebanggaan terhadap identitas diri.
Secara asal kata, baddie berakar dari bahasa Inggris bad yang secara harfiah berarti buruk atau nakal. Namun, dalam bahasa gaul internet dan budaya pop, maknanya bergeser jauh. Di kalangan pengguna media sosial, istilah ini lebih sering menunjuk pada perempuan dengan tampilan yang dianggap keren, independen, dan mengikuti perkembangan tren fesyen.
Perubahan makna tersebut tidak lepas dari pengaruh budaya hip-hop dan arus konten para influencer yang ikut membentuk standar estetika baru. Dalam momentum konser The Weeknd di Jakarta, istilah ini semakin mudah ditemukan karena banyak pengunjung membagikan momen mereka dengan tagar serupa. Unggahan itu menjadi semacam pernyataan gaya sekaligus penegasan bahwa penampilan mereka adalah bagian dari ekspresi diri.
Dari sisi visual, gaya baddie biasanya identik dengan busana jalanan yang modern. Beberapa elemen yang sering dikaitkan dengan tampilan ini antara lain celana cargo, crop top, jaket kulit, dan sneakers tebal. Di bagian riasan, ciri yang sering muncul adalah alis yang tegas, eyeliner model cat-eye, serta teknik contouring untuk memberi kesan wajah lebih terstruktur. Aksesori seperti kacamata hitam kecil dan perhiasan juga kerap melengkapi keseluruhan tampilan.
Lebih dari sekadar tren sesaat, popularitas baddie menunjukkan bagaimana media sosial membentuk cara anak muda membaca identitas visual. Gaya ini mendorong banyak orang untuk lebih berani memilih pakaian dan tampil tanpa terlalu khawatir terhadap penilaian lingkungan. Dalam konteks budaya populer saat ini, baddie menjadi simbol keberanian, estetika, dan rasa percaya diri yang terus berkembang di ruang digital.
Sumber: katadata.co.id










Discussion about this post