Kapten Norwegia, Martin Odegaard, mengecam tekel terlambat yang dilakukan Bernardo Silva ketika timnya kalah 1-2 dari Portugal pada laga Nations League. Gelandang Arsenal itu menilai tindakan Silva tidak layak terjadi di pertandingan sepak bola dan menyebut insiden tersebut membuatnya merasakan sakit pada pergelangan kaki.
Peristiwa itu terjadi saat Norwegia mencoba membangun serangan dari area pertahanan sendiri. Dalam proses tersebut, Silva datang terlambat dan mengenai Odegaard setelah bola lebih dulu dimainkan. Menurut Odegaard, kontak itu terjadi sesudah momen penguasaan bola berlalu, sehingga ia menganggapnya sebagai pelanggaran yang tidak pantas.
Odegaard juga mengungkapkan bahwa Silva tidak menyampaikan permintaan maaf setelah benturan tersebut. Sebaliknya, pemain Portugal itu disebut meremehkan kejadian itu dengan menyebutnya bagian dari permainan. Sikap itu membuat Odegaard semakin menyoroti kerasnya insiden yang ia alami di lapangan.
Dampak tekel itu terlihat pada akhir pertandingan ketika Norwegia berupaya mengejar gol penyeimbang. Odegaard tampak kesakitan dan bahkan tidak mengambil tendangan sudut. Ia kemudian menjelaskan bahwa pergelangan kakinya terbentur, sehingga kondisi jangka pendeknya masih perlu dipantau menjelang laga berikutnya.
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, ikut menilai tekel tersebut tidak diperlukan. Sementara itu, bek Leo Ostigard berpendapat tayangan ulang menunjukkan Silva seharusnya diganjar kartu merah. Dua komentar itu memperkuat pandangan kubu Norwegia bahwa insiden tersebut melampaui batas duel normal di lapangan.
Setelah pertandingan itu, Norwegia masih memiliki jadwal padat di Nations League. Mereka dijadwalkan menghadapi Wales terlebih dahulu sebelum kembali bertemu Portugal dalam rangkaian laga berikutnya. Situasi Odegaard kini menjadi perhatian karena kebugarannya akan menentukan apakah ia bisa tampil pada pertandingan selanjutnya.
Sumber: www.jawapos.com










Discussion about this post