klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

Trump Menolak Usulan Iran untuk Buka Selat Hormuz dan Mulai Negosiasi Nuklir

by
30 September 2026 - 03:17
Reading Time: 2 mins read
0
Trump Menolak Usulan Iran untuk Buka Selat Hormuz dan Mulai Negosiasi Nuklir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tawaran Iran yang mengusulkan kesepakatan damai selama tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz. Penolakan itu ia sampaikan kepada wartawan di Gedung Putih, Washington D.C., pada Sabtu (26/9/2026), sesaat sebelum berangkat ke Tennessee untuk menghadiri agenda kampanye. Di balik penolakan tersebut, Teheran sebelumnya menawarkan pembukaan jalur pelayaran strategis itu sebagai langkah awal untuk memulai lagi pembicaraan nuklir dengan Washington.

Trump mengatakan dirinya tidak menerima skema yang diajukan Iran dan menilai langkah Teheran muncul karena posisi mereka sedang terdesak dalam konflik kawasan. Ia juga mengisyaratkan bahwa keinginan untuk bernegosiasi bukan hal yang asing baginya, karena menurut dia perundingan adalah bagian yang wajar dalam hubungan internasional. Namun, sikap Trump terhadap program nuklir Iran tetap keras. Ia disebut meragukan Teheran akan benar-benar memenuhi tuntutan untuk membongkar fasilitas dan kemampuan nuklirnya.

Menurut laporan yang dikutip TRT World dan The Wall Street Journal, Trump bahkan sempat memberi tahu para pembantunya bahwa ia memperkirakan serangan terhadap Iran bisa kembali terjadi setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada November mendatang. Sehari sebelumnya, pada Jumat (25/9/2026) malam, ia juga memancing perhatian publik lewat unggahan di Truth Social yang menampilkan peta Selat Hormuz dengan nama baru, “Trump Strait”.

Usulan dari Iran sendiri disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi di sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York. Rencana itu dibawa ke Washington melalui perantara Qatar. Dalam skema yang diajukan, tenggat tujuh hari akan dimulai segera setelah Amerika menerima proposal tersebut: empat hingga lima hari pertama digunakan untuk langkah awal, hari keenam Selat Hormuz dibuka, lalu hari ketujuh pembicaraan nuklir dimulai.

Imbalan yang diminta Teheran tidak kecil. Iran menginginkan AS menghentikan blokade laut atas pelabuhan-pelabuhannya, memulihkan keringanan sanksi untuk ekspor minyak, serta melepaskan aset Iran yang dibekukan senilai sekitar 12 miliar dolar AS atau setara Rp214,9 triliun dengan kurs Rp17.909. Teheran juga meminta adanya gencatan senjata yang mencakup Lebanon dan Yaman. Jalur pelayaran alternatif yang ditawarkan itu nantinya akan beroperasi di area yang sebagian besar melewati perairan Iran.

Sebelum penolakan Trump mencuat, Araghchi sudah menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan. “Pilihan sekarang berada di tangan Amerika Serikat. Iran tidak menerima paksaan, ancaman, atau intimidasi, dan Iran tidak akan menyerahkan hak-hak kedaulatannya di bawah tekanan,” ujarnya di New York. Pada Sabtu malam, ia kembali mengatakan bahwa Teheran sudah melihat reaksi awal Trump di media, tetapi belum menerima jawaban resmi melalui mediator.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menegaskan negaranya tidak pernah meninggalkan jalur diplomasi, meski kehilangan kepercayaan kepada Amerika Serikat akibat pengalaman sebelumnya. Di sisi lain, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam, Hossein Mohebi, menyatakan pasukannya tak akan menghentikan tekanan terhadap AS sampai tujuh syarat Iran dipenuhi. Konflik yang berjalan sejak 28 Februari 2026 itu telah menewaskan ribuan orang, melemahkan kemampuan militer konvensional Iran, dan mengganggu arus minyak dunia sehingga biaya hidup global ikut terdorong naik.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Sumber: www.idntimes.com

ShareTweetSend

Related Posts

Trump Bantah Kabar Tawaran Keringanan Sanksi untuk Iran di Tengah Negosiasi Nuklir
Internasional

Trump Bantah Kabar Tawaran Keringanan Sanksi untuk Iran di Tengah Negosiasi Nuklir

30 September 2026 - 10:47
Iran Kembali Tolak Jalur Negosiasi dengan AS di Tengah Sanksi dan Serangan
Internasional

Iran Kembali Tolak Jalur Negosiasi dengan AS di Tengah Sanksi dan Serangan

30 September 2026 - 09:17
PM Lebanon Desak Mekanisme Tiga Pihak untuk Dorong Penarikan Israel
Internasional

PM Lebanon Desak Mekanisme Tiga Pihak untuk Dorong Penarikan Israel

30 September 2026 - 01:18
Patung Raja Ali Haji Berdiri di Taman Budaya Turkmenistan Sejajar Shakespeare dan Goethe
Internasional

Patung Raja Ali Haji Berdiri di Taman Budaya Turkmenistan Sejajar Shakespeare dan Goethe

4 Juni 2026 - 14:51
AS Gempur Iran Lagi: Negosiasi Gagal
Internasional

AS Gempur Iran Lagi: Negosiasi Gagal

2 Juni 2026 - 23:40
61 Negara Bersatu: Perang Global Melawan Deepfake AI dan Pelecehan Seksual Digital
Internasional

61 Negara Bersatu: Perang Global Melawan Deepfake AI dan Pelecehan Seksual Digital

2 Juni 2026 - 14:47
Next Post
Tsaqib Sambut Peran Baru sebagai Ayah, Ini Jejak Karier Musiknya

Tsaqib Sambut Peran Baru sebagai Ayah, Ini Jejak Karier Musiknya

Sorotan DPR ke Mashudi Usai Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong

Sorotan DPR ke Mashudi Usai Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com