Pertamina Patra Niaga Pimpin Gerakan Hemat Energi dalam Peringatan Earth Hour 2026
JAKARTA – Dalam upaya global untuk meningkatkan kesadaran akan perubahan iklim dan pentingnya pelestarian lingkungan, PT Pertamina Patra Niaga turut serta dalam peringatan Earth Hour 2026. Aksi nyata ini diwujudkan dengan mematikan lampu di seluruh kompleks kilang dan perkantoran selama satu jam, pada Sabtu, 28 Maret 2026, malam. Langkah ini bukan sekadar partisipasi simbolis, melainkan sebuah pernyataan komitmen kuat terhadap penghematan energi dan kepedulian terhadap bumi.
Inisiatif yang diprakarsai oleh World Wide Fund for Nature (WWF) ini disambut dengan antusias oleh Pertamina Patra Niaga. Seluruh unit kilang perusahaan, mulai dari Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan, hingga Kasim, serentak memadamkan lampu dan perangkat listrik yang tidak esensial.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa partisipasi dalam Earth Hour telah menjadi agenda rutin perusahaan selama beberapa tahun terakhir. “Pertamina Patra Niaga, khususnya di lingkungan kilang, telah melaksanakan kegiatan Earth Hour sejak beberapa tahun yang lalu. Tujuannya adalah untuk terus mengingatkan pentingnya perilaku hemat energi, baik bagi para pekerja, mitra kerja, maupun keluarga mereka,” ujar Roberth dalam keterangan resminya.
Earth Hour: Momentum Kampanye Gaya Hidup Berkelanjutan
Earth Hour secara global menjadi pengingat tahunan akan urgensi isu-isu lingkungan. Dengan mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak diperlukan selama satu jam, jutaan orang di seluruh dunia mengirimkan pesan kolektif tentang komitmen mereka terhadap penghematan energi dan perlindungan planet. Bagi Pertamina Patra Niaga, momen ini dimanfaatkan lebih jauh sebagai sarana kampanye gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
“Earth Hour yang diperingati setiap tahun menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan,” jelas Roberth. Lebih dari sekadar aksi satu jam, perusahaan berharap dapat menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk mengintegrasikan kebiasaan hemat energi ke dalam rutinitas harian mereka.
Hemat Energi dalam Kehidupan Sehari-hari: Langkah Nyata untuk Bumi
Pertamina Patra Niaga tidak hanya berhenti pada partisipasi simbolis. Perusahaan berupaya menjadikan aksi Earth Hour sebagai katalisator perubahan perilaku. Roberth menekankan pentingnya mengadopsi kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari.
“Langkah sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan peralatan hemat energi, serta bijak menggunakan energi dapat membantu menjaga kelestarian bumi,” tutur Roberth. Ia menambahkan bahwa konsistensi dalam menerapkan praktik-praktik hemat energi adalah kunci utama untuk memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan.
Dampak Nyata Penghematan Energi dari Aksi Earth Hour
Partisipasi Pertamina Patra Niaga dalam Earth Hour 2026 menghasilkan angka penghematan energi yang patut diapresiasi. Selama satu jam pemadaman listrik di seluruh wilayah kilang, perusahaan berhasil menghemat energi listrik sebesar kurang lebih 9 Megawatt (MW).
Penghematan energi ini tidak hanya berdampak pada pengurangan konsumsi listrik, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mengurangi jejak karbon. Tercatat, aksi ini berhasil meniadakan emisi karbon dioksida (CO2) setara dengan 6 ton CO2 Eq. Selain itu, penghematan energi tersebut juga setara dengan penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) lebih dari 2.000 liter.
“Peringatan Earth Hour ini hanyalah simbolisasi. Namun yang terpenting, perilaku hemat energi harus menjadi budaya kita sehari-hari, dan harus dimulai sedini mungkin,” tegas Roberth. Ia menekankan bahwa kesadaran dan tindakan nyata dalam menghemat energi harus menjadi bagian integral dari gaya hidup setiap individu.
Menggunakan Energi Secukupnya: Budaya Baru untuk Masa Depan
Aktivasi Earth Hour yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga merupakan bagian dari strategi kampanye yang lebih luas untuk mempromosikan penggunaan energi secara bijak dan secukupnya. Perusahaan mendorong masyarakat untuk mengadopsi prinsip kewajaran dalam konsumsi energi, menghindari pemborosan, dan memprioritaskan efisiensi.
“Kami juga mengapresiasi masyarakat yang sudah melakukan upaya hemat energi dan menggunakan energi secara wajar serta tidak melakukan panic buying,” pungkas Roberth. Apresiasi ini diberikan kepada masyarakat yang telah menunjukkan kesadaran dan komitmen dalam menjaga ketersediaan energi serta kelestarian lingkungan.
Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian lingkungan dan promosi gaya hidup berkelanjutan, melalui aksi nyata seperti partisipasi dalam Earth Hour dan kampanye hemat energi yang berkelanjutan.










Discussion about this post