TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Pemangkasan alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat memberikan dampak efisiensi secara nasional pada sekitar 90 persen pemerintah daerah di Indonesia.
Kota Tanjungpinang turut merasakan dampak keterbatasan fiskal tersebut, mengingat porsi dana TKD masih mencakup 52,93 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp1,03 triliun.
Sementara itu, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai 27,75 persen.
Menghadapi kondisi ini, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mengambil langkah strategis dengan menata belanja operasional, merampingkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menyesuaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), serta menunda sejumlah proyek fisik.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Lis Darmansyah dan Wakil Wali Kota Raja Ariza, strategi ini berhasil menjaga ritme perekonomian daerah.
Pertumbuhan ekonomi Kota Tanjungpinang pada Triwulan I 2026 mampu melesat hingga angka 6,95 persen year-on-year, meningkat signifikan jika dibandingkan dengan periode Triwulan I 2025 yang tercatat sebesar 3,05 persen.
Penguatan ekonomi kerakyatan melalui dukungan penuh terhadap sektor perdagangan—yang menyumbang 35 persen PDRB—serta penyelenggaraan event berbasis massa seperti Gerak Jalan Proklamasi, sukses memacu laju usaha UMKM lokal.
Respon cepat dan ketepatan intervensi kebijakan publik terbukti menjadi pendorong utama di balik keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi warga Tanjungpinang.
“Pertumbuhan ekonomi tidak dapat tumbuh sendiri. Kebijakan pemerintah yang mengintervensi baik langsung maupun tidak langsung atas sektor-sektor lapangan usaha dalam lingkup kegiatan usaha masyarakat merupakan bagian dari upaya menghidupkan denyut nadi ekonomi Kota Tanjungpinang. Kebijakan Pemerintah Kota Tanjungpinang di bawah komando H. Lis Darmansyah yang merangsang sektor usaha ini patut diapresiasi, dan ke depan diperlukan kolaborasi lintas instansi untuk terus menjaga stabilitas ekonomi daerah.” ujar Pengamat Perilaku Birokrasi dan Governansi Publik Kepri Dr. Endri Sanopaka.
Pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 6,95 persen ini membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari megahnya proyek fisik semata, melainkan dari keberlanjutan denyut ekonomi masyarakat.
Komitmen Pemko Tanjungpinang diharapkan terus menjaga asa dan ketahanan ekonomi daerah ke depan. (din)










Discussion about this post