klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Opini

Renungan Harian Katolik: Dari Ragu ke Iman, 13 April 2026

Redaksi by Redaksi
13 April 2026 - 10:32
Reading Time: 4 mins read
0
Renungan Harian Katolik: Dari Ragu ke Iman, 13 April 2026
Buy JNews
ADVERTISEMENT

Renungan Harian Katolik: Dari Ragu ke Iman

Pada hari Sabtu, 13 April 2026, umat Katolik merayakan oktaf Paskah dengan mengingat Santo Stanislaus dari Krakow, Uskup dan Martir, serta Santo George Gersave OSB, Martir. Dengan warna liturgi putih yang menjadi simbol kesucian dan pesta, renungan harian Katolik kali ini mengangkat tema “Dari Ragu ke Iman”.

Bacaan Liturgi Hari Ini

Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 4:13-21

Dalam bacaan ini, kita melihat bagaimana para rasul Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi. Meskipun mereka adalah orang biasa dan tidak terpelajar, keberanian mereka membuat para pemimpin Yahudi heran. Mereka diperintahkan untuk tidak berbicara lagi dalam nama Yesus, tetapi Petrus dan Yohanes menjawab, “Tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” Mereka memilih taat kepada Allah daripada manusia.

Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1.14-15a.16a-18.19-21

Mazmur ini menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan karena kasih-Nya yang baik dan kekuatan-Nya yang luar biasa. Suara sorak-sorai dan kemenangan terdengar di kemah orang-orang benar. Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan, dan ia berkuasa meninggikan.

Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24

Refrensi ini menyampaikan pesan bahwa hari ini adalah hari yang dijadikan Tuhan, dan kita harus bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

Bacaan Injil: Markus 16:9-15

Yesus bangkit dari antara orang mati dan menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena, dua murid di perjalanan, dan akhirnya kepada kesebelas murid. Dalam perjumpaan ini, Yesus menegur ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka. Namun, ia memberi tugas kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk!”

Renungan Harian Katolik: Dari Ragu ke Iman

Renungan hari ini mengajak kita untuk melihat bagaimana para murid Yesus tidak langsung percaya ketika mendengar kabar kebangkitan-Nya. Justru mereka digambarkan ragu, takut, dan bahkan tidak percaya. Ini mencerminkan realitas hidup kita sendiri, di mana seringkali iman kita goyah ketika menghadapi masalah atau doa yang terasa tidak dijawab.

Yesus Menampakkan Diri: Kasih yang Mencari

Maria Magdalena adalah saksi pertama yang tidak dipercaya oleh para murid. Meskipun ia membawa kabar gembira, mereka tidak percaya. Ini menjadi ironi yang dalam. Kabar terbesar dalam sejarah keselamatan justru ditanggapi dengan ketidakpercayaan. Dalam refleksi ini, kita diingatkan bahwa Tuhan sering berbicara melalui cara-cara yang sederhana, bahkan melalui orang-orang yang mungkin kita anggap biasa.

Dua Murid di Perjalanan: Kebenaran yang Ditolak

Yesus juga menampakkan diri kepada dua murid dalam perjalanan. Mereka mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus yang bangkit, tetapi ketika mereka kembali dan bersaksi, lagi-lagi para murid tidak percaya. Karena kenyataan salib masih terlalu kuat membekas, mereka sulit menerima harapan baru. Ini mengajarkan bahwa ketika hidup melukai kita, kita menjadi sulit percaya bahwa Tuhan masih bekerja.

Teguran Yesus: Kasih yang Mengoreksi

Ketidakpercayaan dan kekerasan hati para murid mendapat teguran dari Yesus. Teguran ini bukan tanda kemarahan tanpa kasih, tetapi tanda bahwa Yesus peduli. Dalam renungan ini, kita belajar bahwa Tuhan tidak membiarkan kita tinggal dalam ketidakpercayaan. Ia menegur, mengingatkan, dan memanggil kita kembali.

Dari Murid yang Ragu Menjadi Rasul yang Diutus

Setelah menegur mereka, Yesus memberi tugas: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Ini luar biasa. Murid-murid yang baru saja ragu dan tidak percaya justru dipilih untuk menjadi pewarta Injil. Ini mengajarkan bahwa kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia. Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna untuk diutus. Ia mengutus kita dalam proses.

Refleksi Mendalam: Ketika Iman Kita Lemah

  1. Tuhan Tetap Datang kepada Kita

    Yesus tidak menunggu para murid menjadi percaya terlebih dahulu. Ia datang kepada mereka di tengah keraguan mereka. Dalam hidup kita, Tuhan juga hadir dalam doa yang sederhana, dalam Firman Tuhan, dalam Ekaristi, bahkan dalam peristiwa sehari-hari.

  2. Keraguan Bukan Akhir dari Iman

    Keraguan sering kali dianggap sebagai kelemahan iman. Namun Injil hari ini menunjukkan bahwa keraguan adalah bagian dari perjalanan iman. Yang penting bukan apakah kita pernah ragu, tetapi apakah kita mau tetap mencari Tuhan di tengah keraguan itu.

  3. Kita Dipanggil untuk Mewartakan

    Setelah mengalami kebangkitan, para murid tidak dipanggil untuk diam. Mereka diutus. Dalam konteks kita hari ini, pewartaan Injil tidak selalu berarti berkhotbah di mimbar. Pewartaan bisa terjadi melalui sikap hidup yang penuh kasih, kejujuran dalam pekerjaan, kesabaran dalam keluarga, dan konten positif di media sosial.

Aplikasi Praktis dalam Hidup Sehari-hari

Dalam renungan Katolik hari ini, mari kita mencoba beberapa langkah konkret:

  1. Jujur dengan Keraguan Kita

    Datanglah kepada Tuhan apa adanya. Katakan dalam doa: “Tuhan, aku ingin percaya, tetapi bantulah ketidakpercayaanku.”

  2. Membuka Hati terhadap Kesaksian Orang Lain

    Tuhan sering berbicara melalui orang lain. Jangan langsung menolak.

  3. Membaca dan Merenungkan Injil Setiap Hari

    Karena iman tumbuh dari mendengarkan Sabda Tuhan.

  4. Berani Bersaksi

    Mulailah dari hal kecil, membagikan renungan harian Katolik ini kepada teman atau keluarga.

Penutup: Dari Ragu Menjadi Percaya, Dari Diam Menjadi Diutus

Injil hari ini bukan hanya tentang masa lalu para murid. Ini adalah cermin bagi kita hari ini. Kita mungkin pernah ragu. Kita mungkin pernah tidak percaya. Namun kabar baiknya adalah: Yesus tetap datang. Ia tidak meninggalkan kita dalam keraguan. Ia memanggil kita, menguatkan kita, dan akhirnya mengutus kita. Maka hari ini, mari kita berkata: “Tuhan, aku mau percaya. Utuslah aku.”

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Rezeki Tak Pernah Putus! 8 Weton Ini Dikabarkan Selalu Makmur dan Kaya Seumur Hidup
Opini

Rezeki Tak Pernah Putus! 8 Weton Ini Dikabarkan Selalu Makmur dan Kaya Seumur Hidup

30 Juli 2026 - 23:55
Pesan di HUT Bhayangkara, Sujiwo: Kerja Baik Tetap Dihujat, Polisi Harus Sabar
Opini

Pesan di HUT Bhayangkara, Sujiwo: Kerja Baik Tetap Dihujat, Polisi Harus Sabar

20 Juli 2026 - 15:53
Patahan Generasi
Opini

Patahan Generasi

19 Juli 2026 - 10:59
Menggugat Kehadiran dan Peran Homeless Media
Opini

Menggugat Kehadiran dan Peran Homeless Media

9 Juli 2026 - 07:47
5 momen paling dinantikan di akhir Reborn Rookie
Opini

5 momen paling dinantikan di akhir Reborn Rookie

8 Juli 2026 - 07:42
9 zodiak beruntung, ramalan cinta 2 Juli, Cancer menghadapi tekanan hubungan
Opini

9 zodiak beruntung, ramalan cinta 2 Juli, Cancer menghadapi tekanan hubungan

8 Juli 2026 - 02:53
Next Post
Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Felisha Akui Tampil Buruk, Malaysia Gagal di Ganda Campuran

Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Felisha Akui Tampil Buruk, Malaysia Gagal di Ganda Campuran

Jadwal SNBT 2026 dan Prosesnya, 10 Prodi Favorit SNBP di Unimed

Jadwal SNBT 2026 dan Prosesnya, 10 Prodi Favorit SNBP di Unimed

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com