Sosok Haji Her, Pengusaha Madura yang Kembali Jadi Sorotan
Sosok Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her kembali menjadi sorotan setelah menghadiri pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kehadirannya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Kamis (9/4/2026) terkait dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang sebelumnya dilakukan terhadap sejumlah pejabat, termasuk Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
Haji Her hadir dengan penampilan yang santai dan khas. Ia mengenakan kopiah, kacamata, sarung, serta kemeja putih bergambar macan. Penampilannya yang sederhana namun mencolok langsung menarik perhatian publik dan awak media yang hadir di lokasi.
Dalam pemeriksaan tersebut, Haji Her mengaku hanya dimintai keterangan seputar hubungan dengan para tersangka yang telah ditetapkan oleh KPK. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal para pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Ya dikonfirmasi aja, ditanya persoalan kenal ndak dengan tersangka-tersangka, ya saya jawab tidak kenal,” katanya.
Di tengah situasi serius pemeriksaan, Haji Her sempat melontarkan candaan terkait pertanyaan penyidik mengenai tempat ia menginap selama berada di Jakarta. Ia mengaku menginap di hotel mewah dan menyampaikannya dengan santai.
“Terus ditanya nginep dimana, nginep di Grand Hyatt, wah hotel mahal itu, iya saya kan banyak uang,” katanya sambil tertawa.
Profil Singkat Haji Her
Di balik gaya santainya, Haji Her dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di bidang tembakau. Ia merupakan pemilik PT Bawang Mas Group dan juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM).
Nama Haji Her sudah lama dikenal di kalangan masyarakat Madura, khususnya di Pamekasan. Ia bahkan dijuluki sebagai “Sultan Madura” berkat kesuksesannya dalam bisnis tembakau serta gaya hidupnya yang dianggap mewah. Rumahnya yang megah dan koleksi mobil mewah turut memperkuat citra tersebut.
Dalam beberapa kesempatan, Haji Her juga mengklaim perusahaannya sebagai salah satu penimbun tembakau terbesar di Indonesia. Ia bahkan menyebut memiliki pemahaman mendalam terkait persoalan tembakau nasional dan mengaku siap membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Kasus yang Menyeret Nama Haji Her
Kasus yang menyeret namanya ini sendiri masih dalam proses penyidikan oleh KPK. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terkait keterlibatan langsung Haji Her dalam perkara tersebut.
Meski begitu, kehadiran dan gaya santainya saat diperiksa tetap menjadi sorotan publik, menambah panjang daftar perhatian terhadap sosok pengusaha yang satu ini.










Discussion about this post