Banjir Melanda Dua Desa di Kecamatan Torue
Pada hari Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 18.25 Wita, wilayah Desa Torue dan Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong dilanda banjir. Kejadian ini terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur daerah tersebut, yang akhirnya menyebabkan sungai meluap.
Banjir ini menimbulkan dampak signifikan terhadap infrastruktur jalan raya. Air berlumpur menggenangi jalur Trans Sulawesi, yang mengakibatkan arus lalu lintas terganggu. Material dari hulu sungai seperti lumpur dan ranting ikut terbawa oleh aliran air yang deras. Di beberapa titik, air bahkan mengalir di sisi jalan raya, sehingga pengemudi kendaraan roda dua dan roda empat harus mengurangi kecepatan saat melewati area tersebut.
Di sepanjang tepi jalan, terlihat adanya pengikisan yang cukup parah akibat aliran air yang kuat. Hal ini menyisakan lubang-lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Warga setempat tampak memantau kondisi air secara langsung, sambil mencari cara untuk mengamankan barang-barang mereka.
Beberapa rumah dan pekarangan mulai tergenang oleh air bercampur lumpur. Tingkat ketinggian air yang masuk ke dalam pekarangan mencapai area tertentu. Warga memilih untuk tetap berada di teras rumah sambil melakukan tindakan pencegahan, seperti mengamankan barang-barang yang berada di bagian bawah bangunan.
Hingga malam hari, BPBD Kabupaten Parigi Moutong masih melakukan pendataan terhadap jumlah warga yang terdampak, pengungsi, serta kerusakan pada rumah dan fasilitas umum. Data mengenai korban terdampak, termasuk jumlah kepala keluarga, jiwa, lahan pertanian, dan perkebunan yang terkena banjir masih dalam proses pengumpulan.
Sementara itu, laporan sementara menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian ini. Petugas BPBD telah berkoordinasi dengan aparat desa untuk memantau perkembangan situasi di lapangan dan melakukan langkah-langkah penanganan awal.
Berdasarkan informasi terbaru dari Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong, kondisi banjir masih terus meningkat. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar bantaran sungai diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan luapan yang lebih besar.
Dampak Banjir Terhadap Wilayah
- Infrastruktur Jalan: Jalur Trans Sulawesi mengalami genangan air yang mengganggu lalu lintas.
- Lumpur dan Material: Aliran air membawa lumpur, ranting, dan material kecil dari hulu sungai.
- Kerusakan Jalan: Bagian tepi jalan terkikis oleh aliran air yang deras, menyisakan lubang berbahaya.
- Rumah dan Pekarangan: Beberapa rumah dan pekarangan tergenang air bercampur lumpur, dengan ketinggian mencapai area tertentu.
- Tindakan Warga: Warga memilih bertahan di teras rumah sambil mengamankan barang-barang yang berada di bagian bawah bangunan.
Upaya Penanganan dan Koordinasi
BPBD Kabupaten Parigi Moutong terus melakukan pendataan terhadap jumlah warga yang terdampak, pengungsi, serta kerusakan rumah dan fasilitas umum. Proses pendataan juga mencakup data korban terdampak, termasuk jumlah kepala keluarga, jiwa, lahan pertanian, dan perkebunan yang terkena banjir.
Petugas BPBD telah berkoordinasi dengan aparat desa untuk memastikan situasi di lapangan terus dipantau. Langkah-langkah penanganan awal telah dilakukan guna mengurangi dampak banjir terhadap masyarakat.
Peringatan dan Persiapan
Meskipun belum ada korban jiwa yang dilaporkan, masyarakat di sekitar bantaran sungai diminta untuk tetap waspada. Kondisi banjir yang terus meningkat menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang.
Dengan adanya potensi luapan yang lebih besar, masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan situasi dan siap mengambil tindakan jika diperlukan. Kesiapsiagaan ini menjadi kunci untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi.









Discussion about this post