TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen), Atip Latipulhayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) dalam mengelola sektor pendidikan.
Pemprov Kepri dinilai sukses menorehkan prestasi meski harus menghadapi tantangan geografis yang berat sebagai daerah kepulauan.
“Tidak mudah menyelenggarakan pendidikan dengan kondisi geografis Kepulauan Riau. Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi,” tegas Atip di sela menghadiri Pelantikan Pengurus Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW PERSIS) Provinsi Kepri periode 2026–2031 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Jumat (26/6/2026).
Atip menjelaskan, Kementerian Dikdasmen melalui program prioritas Presiden terus berkomitmen mendongkrak kualitas dan pemerataan pendidikan nasional.
Pada tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan revitalisasi sekitar 60 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Selain infrastruktur fisik, distribusi papan digital interaktif ke sekolah-sekolah akan terus digenjot secara bertahap demi mewujudkan digitalisasi ruang kelas secara menyeluruh.
Merespons hal tersebut, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan terima kasih atas sokongan besar dari Pemerintah Pusat yang secara nyata telah mempercepat pembangunan sektor pendidikan di wilayah perbatasan ini.
Ansar memaparkan, pada tahun 2025 lalu, Kepri telah menerima kucuran bantuan revitalisasi untuk 107 sekolah dengan total anggaran mencapai Rp100 miliar, serta pasokan 1.933 unit papan digital interaktif bagi satuan pendidikan.
Sementara untuk tahun anggaran 2026, Pemprov Kepri bergerak cepat dengan kembali mengusulkan revitalisasi terhadap 217 sekolah dengan proyeksi kebutuhan anggaran sebesar Rp200 miliar.
Hingga semester pertama tahun ini, bantuan pusat yang telah tersalurkan telah menyentuh angka Rp40 slide miliar.
Di samping itu, Kepri mencatat masih membutuhkan sekitar 5.799 papan digital interaktif untuk menunjang pembelajaran berbasis teknologi di seluruh wilayahnya.
“Tahun lalu kita juga memperoleh bantuan pembangunan dua unit sekolah baru di Batam dan Karimun.
Tahun ini kembali mendapat bantuan dua unit sekolah baru dengan nilai masing-masing sekitar Rp8 miliar.
Ini menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kepulauan Riau,” pungkas Ansar.(din)










Discussion about this post