BATAM KLIKKEPRI.com — Pemerintah Kota (Pemko) Batam membidik penguatan indeks transparansi fiskal dan memantapkan arah kebijakan pembangunan jangka menengah lima tahun ke depan melalui transformasi digitalisasi keuangan.
Komitmen ini diuji langsung oleh tim validator Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam agenda Validasi Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Tahun Anggaran 2024 (tahun ukur 2025) secara daring, Kamis (18/6/2026).
Pemaparan taktis pertanggungjawaban realisasi fiskal tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, dari Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kantor Wali Kota Batam.
Sekda Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) masuk dalam dokumen perencanaan strategis sebagai arah kebijakan utama pembangunan Kota Batam periode 2025–2029.
Pemko Batam dituntut bergerak cepat menyeimbangkan tingginya beban belanja infrastruktur akibat masifnya arus investasi dengan pemanfaatan ruang fiskal yang terbatas.
“Kami menetapkan sejumlah prioritas strategis, di antaranya optimalisasi PAD, peningkatan kualitas belanja daerah yang berorientasi pada pelayanan publik, serta mendorong digitalisasi pengelolaan keuangan daerah melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk memperkuat sistem pengawasan internal dan eksternal,” tegas Firmansyah, Kamis (18/6).
Guna mendukung asas keterbukaan informasi yang menjadi salah satu indikator penilaian IPKD Kemendagri, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan bahwa pemantauan realisasi program kerja kini dilakukan secara siber terintegrasi.
Diskominfo Batam telah menyiagakan aplikasi e-Monev untuk memantau pelaksanaan anggaran di seluruh OPD secara real-time.
Selain itu, pengawasan akuntabilitas publik diperketat melalui integrasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dengan platform nasional SP4N-LAPOR!. Sistem ini menjamin setiap keluhan masyarakat terkait pos anggaran pelayanan langsung masuk ke meja pimpinan daerah untuk segera dievaluasi.(din)










Discussion about this post