klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home UMKM

Jahe Mantewe: Sentuhan Wanita Tani, Mendunia.

Redaksi by Redaksi
29 Juni 2026 - 12:56
Reading Time: 4 mins read
0
Jahe Mantewe: Sentuhan Wanita Tani, Mendunia.

Inovasi Minuman Herbal: Dari Pandemi Menjadi Peluang Bisnis Mendunia

Pandemi global COVID-19 yang melanda dunia pada tahun 2020, meskipun membawa banyak tantangan, ternyata membuka pintu rezeki tak terduga bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Kamboja Putih di Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanahbumbu. Dalam situasi di mana masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan, KWT Kamboja Putih berhasil menangkap kebutuhan akan suplemen kesehatan dan mengubahnya menjadi peluang bisnis yang menguntungkan melalui produk minuman herbal.

Sejak awal pandemi, KWT Kamboja Putih bergerak cepat untuk menciptakan produk siap seduh yang dapat langsung dinikmati konsumen. “Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan minuman jahe, muncul ide peluang usaha untuk membuat produk ekstrak jahe merah,” ungkap Rina, Ketua KWT Kamboja Putih. Produk tradisional ini diklaim mampu mengatasi berbagai keluhan kesehatan, mulai dari flu, batuk, masuk angin, mual, hingga pegal-pegal. Selain itu, minuman ini juga dipercaya dapat melancarkan peredaran darah dan mengurangi rasa kesemutan.

Modal awal kesuksesan mereka berasal dari resep warisan anggota kelompok, Sri Sunanik. Resep tersebut diperolehnya dari pelatihan yang pernah diikuti dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada tahun 2015. “Resep kami peroleh dari pelatihan yang diadakan Pokdarwis pada 2015,” jelas Sri. Berbekal resep turun-temurun dan semangat inovasi, produk minuman herbal ini terus berkembang.

Seiring waktu, produk yang diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet ini tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga berhasil menembus pasar ritel modern di berbagai kabupaten. Lebih membanggakan lagi, produk KWT Kamboja Putih telah merambah pasar internasional, menjangkau negara seperti Jerman dan Hong Kong. Dengan volume penjualan yang stabil mencapai 500 hingga 1.000 unit per bulan, keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras dan kreativitas seluruh anggota kelompok.

Diversifikasi Produk dan Strategi Pemasaran Digital

Tidak puas dengan satu jenis produk, KWT Kamboja Putih terus berinovasi untuk menghindari kejenuhan pasar. Kelompok usaha ini berani menghadirkan empat varian rasa sekaligus, menunjukkan komitmen mereka terhadap kreativitas tanpa batas. Inovasi ini tidak hanya berhenti pada produk, tetapi juga merambah ke strategi pemasaran. Pemanfaatan platform digital seperti TikTok menjadi kunci utama dalam mendongkrak popularitas produk mereka.

Keempat varian produk yang ditawarkan KWT Kamboja Putih adalah:

  • Ekstrak Jahe Merah Manis Original: Perpaduan rasa jahe merah murni dengan kemanisan yang pas.
  • Ekstrak Jahe Merah Manis Gula Aren: Menawarkan cita rasa khas gula aren yang berpadu harmonis dengan jahe merah.
  • Ekstrak Jahe Merah plus Mengkudu: Kombinasi unik jahe merah dengan khasiat tambahan dari buah mengkudu.
  • Jahe Bubuk Murni Tanpa Gula: Pilihan bagi konsumen yang mencari rasa jahe murni tanpa tambahan pemanis.

Jaminan Kualitas dan Ekspansi Pasar

Setiap varian produk menjalani proses uji rasa yang ketat sebelum dikemas dalam kemasan standing pouch aluminium foil berukuran 100 gram. Hal ini dilakukan untuk memastikan mutu dan rasa yang terjamin sesuai standar. Setelah kualitas produk dipastikan, barulah strategi pemasaran digital dioptimalkan. Melalui konten kreatif yang dibagikan di berbagai media sosial, jangkauan pasar produk ini meroket, bahkan hingga ke mancanegara.

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini tidak berhenti pada inovasi produk dan pemasaran. Mereka juga melakukan riset pasar yang mendalam, menemukan adanya pergeseran demografi konsumen yang positif. Awalnya, produk herbal ini menyasar kalangan usia 30 tahun ke atas. Namun, berkat promosi yang viral di TikTok, kini semakin banyak anak muda yang tertarik dan rutin mengonsumsi produk mereka. Fenomena ini mendorong KWT Kamboja Putih untuk merencanakan langkah besar berikutnya, yaitu memperbarui desain kemasan agar lebih menarik dan meluncurkan produk inovasi minuman susu jahe cair.

Perjuangan di Balik Kesuksesan dan Konsep “Zero Waste”

Di balik prospek bisnis yang menjanjikan, KWT Kamboja Putih menyimpan kisah perjuangan yang menguras tenaga dan materi. “Untuk menemukan resep yang pas, tidak hanya sekali atau dua kali jadi. Kami sudah melalui beberapa kali kegagalan dan kerugian baik waktu, tenaga, pikiran, dan materi,” ungkap Sri Sunanik, mengenang masa-masa sulit yang mereka lalui. Proses pengembangan produk ini tidak lepas dari uji coba dan masukan jujur dari beberapa warga yang menjadi tester awal.

Lebih dari sekadar fokus pada produk dan pemasaran, KWT Kamboja Putih juga menerapkan konsep “nihil limbah” atau zero waste. Ampas jahe yang tersisa dari proses pemerasan tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali menjadi produk baru yang bernilai ekonomis.

“Karena kandungan panasnya masih tinggi, ampas jahe kami produksi kembali untuk menjadi bubuk jahe tanpa gula. Bubuk jahe tersebut kami gunakan untuk bumbu rempah campuran kopi, dan sebagian lagi digunakan untuk campuran pakan ternak warga,” jelas Rina.

Langkah kreatif ini tidak hanya membantu mereka memaksimalkan keuntungan, tetapi juga berkontribusi dalam menyerap hasil panen dari hampir seluruh petani jahe di Mantewe. Selain itu, inisiatif ini juga membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu di sekitar lokasi, meskipun saat ini operasional produksi masih dijalankan secara mandiri oleh empat tenaga lokal.

KWT Kamboja Putih juga secara konsisten menyerap hasil panen jahe dari para petani di Mantewe. Kerja sama ini tidak hanya meningkatkan perekonomian para petani, tetapi juga memicu minat warga sekitar untuk ikut membudidayakan jahe merah di pekarangan rumah dan kebun Dasawisma. Komitmen KWT Kamboja Putih dalam mengembangkan usaha herbal mereka menunjukkan potensi besar UMKM lokal dalam berkontribusi pada ekonomi daerah dan nasional, bahkan mampu bersaing di pasar global.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Kementerian UMKM: KUR Rp 100 Juta Tak Butuh Agunan Tambahan
UMKM

Kementerian UMKM: KUR Rp 100 Juta Tak Butuh Agunan Tambahan

26 Agustus 2026 - 04:11
Kisah Frengki Kogoya: Dari Gagal CPNS ke Kesuksesan di Lanny Jaya
UMKM

Kisah Frengki Kogoya: Dari Gagal CPNS ke Kesuksesan di Lanny Jaya

23 Agustus 2026 - 11:16
BRI Bantu Peternak Malang Tingkatkan Produksi Susu
UMKM

BRI Bantu Peternak Malang Tingkatkan Produksi Susu

21 Agustus 2026 - 19:19
Curhatan Pedagang Es Cirebon Saat Harga Plastik Melonjak, Cari Rp 100 Ribu Jadi Sulit
UMKM

Curhatan Pedagang Es Cirebon Saat Harga Plastik Melonjak, Cari Rp 100 Ribu Jadi Sulit

7 April 2026 - 16:21
Arif dan Istri Berbagi Ilmu dengan Buka Toko Buku Bekas di Depan Pasar Sokaraja Banyumas
UMKM

Arif dan Istri Berbagi Ilmu dengan Buka Toko Buku Bekas di Depan Pasar Sokaraja Banyumas

6 April 2026 - 05:50
Next Post
Ramalan Zodiak Cancer Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Ramalan Zodiak Cancer Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Perhutani Perkuat Kopi Lestari, Gandeng Puluhan Ribu Petani

Perhutani Perkuat Kopi Lestari, Gandeng Puluhan Ribu Petani

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com