klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Sepak Bola

Aturan Baru Piala Dunia 2026: Kiper Cedera Tak Bisa Lagi Buang Waktu

Redaksi by Redaksi
17 Juni 2026 - 17:11
Reading Time: 3 mins read
0
Aturan Baru Piala Dunia 2026: Kiper Cedera Tak Bisa Lagi Buang Waktu

FIFA Perketat Aturan Piala Dunia 2026: Cedera Kiper Tak Boleh Lagi untuk Mengulur Waktu

Peraturan baru yang revolusioner akan segera diterapkan dalam gelaran Piala Dunia 2026, menyasar salah satu praktik yang kerap menimbulkan kontroversi dalam dunia sepak bola modern: pemanfaatan cedera kiper untuk mengulur waktu. Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, mengonfirmasi bahwa pemain tidak akan lagi diizinkan untuk mendatangi area teknis demi berkomunikasi dengan pelatih saat pertandingan dihentikan untuk perawatan cedera yang dialami oleh penjaga gawang.

Fenomena jeda pertandingan akibat cedera kiper memang telah menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini kerap dimanfaatkan secara strategis oleh para pelatih. Ada kalanya, jeda tersebut digunakan untuk memberikan instruksi tambahan kepada para pemain di lapangan, yang mungkin tidak dapat disampaikan secara efektif di tengah hiruk-pikuk pertandingan. Namun, tak jarang pula, jeda ini dimanfaatkan untuk mengganggu ritme permainan lawan yang sedang tampil dominan, memutus momentum positif mereka, dan memberikan kesempatan bagi tim untuk mengatur ulang pertahanan atau serangan.

Bahkan, pada November lalu, sebuah insiden menarik perhatian publik ketika pelatih Leeds United, Daniel Farke, melontarkan tudingan kepada kiper Paris Saint-Germain, Gianluigi Donnarumma. Farke menduga Donnarumma sengaja berpura-pura mengalami cedera untuk memanfaatkan celah dalam regulasi dan menghentikan jalannya pertandingan. Dalam skenario seperti ini, penjaga gawang biasanya akan duduk di lapangan, menunggu penanganan dari tim medis. Sementara itu, pemain lain dari kedua tim seringkali terlihat berkumpul di dekat area teknis, menerima arahan langsung dari pelatih mereka. Momen inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh staf kepelatihan untuk menyampaikan strategi baru atau melakukan penyesuaian taktik. Begitu kiper dinyatakan pulih dan pertandingan dilanjutkan, ritme permainan seringkali kembali seperti semula, seolah jeda tersebut tidak pernah terjadi.

Menanggapi isu ini, International Football Association Board (IFAB) telah melakukan kajian mendalam. Meskipun hingga saat ini belum ada perubahan resmi yang dituangkan dalam Laws of the Game, IFAB telah meminta sejumlah kompetisi untuk menjalankan uji coba sepanjang musim 2026-27. Tujuannya adalah untuk menemukan solusi yang paling efektif dan adil terkait aturan ini.

Salah satu kompetisi yang telah mengambil langkah lebih awal adalah National Women’s Soccer League (NWSL) di Amerika Serikat. NWSL telah menerapkan aturan sementara yang mewajibkan para pemain untuk tetap berada di posisi masing-masing atau berkumpul di lingkaran tengah lapangan saat kiper mereka menerima perawatan medis.

FIFA berencana untuk mengadopsi kebijakan serupa dalam skala global, melarang pemain mendekati area pinggir lapangan selama jeda perawatan kiper berlangsung. Namun demikian, beberapa pihak menilai bahwa aturan baru ini belum sepenuhnya menutup kemungkinan penggunaan jeda cedera kiper sebagai taktik untuk mematahkan momentum permainan lawan.

Penjelasan FIFA: Proaktif dan Tegas

Pierluigi Collina menjelaskan lebih lanjut mengenai penerapan aturan baru ini. “Kami mengadakan lokakarya dengan semua pelatih dari ke-48 tim yang akan berpartisipasi, dan kami memberitahu mereka bahwa wasit akan bertindak proaktif,” ujar Collina. Ia menekankan, “Mereka tidak akan mengizinkan kedua tim untuk pergi ke bangku cadangan ketika seorang penjaga gawang tergeletak di tanah karena cedera.”

Collina menegaskan prinsip dasar di balik aturan ini. “Penjaga gawang berhak untuk cedera, itu adalah bagian dari permainan. Namun, para pemain tidak berhak meninggalkan lapangan untuk beristirahat sejenak bersama pelatih masing-masing ketika cedera itu terjadi,” tegasnya.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Pro dan Kontra serta Implementasi

Meskipun akan diterapkan secara resmi pada Piala Dunia 2026, penerapan aturan baru ini masih memunculkan perdebatan dan pertanyaan mengenai tingkat efektivitasnya. Dalam pelaksanaannya nanti, setiap babak pertandingan akan tetap disertai dengan jeda minum selama tiga menit. Jeda ini, yang memang dirancang untuk kesehatan pemain, juga dapat dimanfaatkan oleh pelatih untuk menyampaikan instruksi kepada para pemain. Namun, jeda ini berbeda dengan jeda akibat cedera kiper, karena tidak melibatkan penghentian total permainan dan tidak memberikan kesempatan untuk berkumpul di area teknis.

Pengawasan terhadap kepatuhan aturan baru ini akan menjadi tanggung jawab penuh perangkat pertandingan yang bertugas di lapangan, termasuk wasit dan asisten wasit. Namun, Collina memberikan klarifikasi penting mengenai konsekuensi bagi pemain yang melanggar. Ia menjelaskan bahwa pemain yang tetap menghampiri pelatih atau melakukan komunikasi di area terlarang selama jeda cedera kiper tidak akan langsung menerima kartu kuning atau sanksi disiplin lainnya. Pendekatan awal kemungkinan akan lebih bersifat persuasif dan peringatan, sebelum tindakan disipliner diambil jika pelanggaran terus berlanjut.

Collina juga menyoroti aspek lain yang membuat praktik lama ini dianggap kurang ideal. “Agak aneh bahwa hanya ada wasit, fisioterapis, dan penjaga gawang di lapangan saat pertandingan berlangsung,” ia menambahkan, menggambarkan situasi yang tidak biasa. “Semua pemain lain meninggalkan lapangan, dan itu tidak baik. Ini menciptakan situasi di mana tim dapat beristirahat dan mendapatkan instruksi taktis, yang jelas merupakan keuntungan yang tidak adil dan mengganggu jalannya pertandingan.” Dengan adanya aturan baru ini, FIFA berharap dapat mengembalikan integritas dan kelancaran permainan, memastikan bahwa setiap tim bersaing dalam kondisi yang setara tanpa manipulasi waktu melalui cedera pemain.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Jadwal dan Link Live Streaming Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Jaga Asa Macan Kemayoran!
Sepak Bola

Jadwal dan Link Live Streaming Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Jaga Asa Macan Kemayoran!

29 Agustus 2026 - 02:05
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Laga Penentu Juara Grup!
Sepak Bola

Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Laga Penentu Juara Grup!

28 Agustus 2026 - 21:06
Fernandes Bongkar Rahasia Nyaman di Persebaya Jelang Lawan Port FC
Sepak Bola

Fernandes Bongkar Rahasia Nyaman di Persebaya Jelang Lawan Port FC

28 Agustus 2026 - 06:07
Dua Bintang PSIM Jogja Perkuat Indonesia All Stars Lawan Aston Villa
Sepak Bola

Dua Bintang PSIM Jogja Perkuat Indonesia All Stars Lawan Aston Villa

20 Agustus 2026 - 23:21
Badai Meksiko Kalahkan Ekuador, Tunggu Inggris atau Kejutan Afrika
Sepak Bola

Badai Meksiko Kalahkan Ekuador, Tunggu Inggris atau Kejutan Afrika

29 Juli 2026 - 16:36
Pemain Argentina Siap Ikut Ke Bandung, Update Bursa Transfer Persib 1 Juli
Sepak Bola

Pemain Argentina Siap Ikut Ke Bandung, Update Bursa Transfer Persib 1 Juli

27 Juli 2026 - 11:38
Next Post
Satu Komando Informasi, Sekda Batam Instruksikan Admin PBNN Wajib Repost Berita Media Center

Satu Komando Informasi, Sekda Batam Instruksikan Admin PBNN Wajib Repost Berita Media Center

3 Peran Menyebalkan Hong Hwa Yeon di Drakor yang Bikin Emosi

3 Peran Menyebalkan Hong Hwa Yeon di Drakor yang Bikin Emosi

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com