Misi Kemanusiaan: Evakuasi Pasien Pulau Komodo ke Labuan Bajo Berjalan Lancar
Sebuah aksi kemanusiaan kembali berhasil dilaksanakan oleh Padar Heritage Conservation (PHC) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Kali ini, PHC mengevakuasi seorang warga Pulau Komodo yang membutuhkan penanganan kesehatan darurat ke fasilitas medis yang lebih memadai di Labuan Bajo.
Permintaan bantuan evakuasi datang pada sekitar pukul 10.30 WITA dari keluarga pasien bernama Haji Salim. Melalui panggilan telepon, keluarga melaporkan kondisi pasien yang memburuk dan memerlukan penanganan medis segera.
Setelah menerima laporan, tim PHC segera bertindak cepat. Berdasarkan pemeriksaan awal dan konfirmasi dari dr. Andreas dari Puskesmas Komodo, pasien didiagnosis menderita Stroke Non Hemoragik. Kondisi ini mengharuskan pasien untuk segera mendapatkan penanganan medis lanjutan di fasilitas kesehatan rujukan yang lebih lengkap.
Yoanna Daely, Humas PHC, menjelaskan kronologi kejadian. “Hari ini saya terima telepon dari keluarga pasien menginformasikan kondisi darurat dan butuh bantuan penanganan medis segera ke Labuan Bajo. Saya langsung cek tim dan persiapkan armada untuk evakuasi,” ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim PHC segera melakukan koordinasi internal dan mempersiapkan armada kapal untuk evakuasi. Semua persiapan operasional dan aspek keselamatan dipastikan telah rampung sebelum kapal diberangkatkan. Kapal evakuasi PHC akhirnya lepas jangkar pada pukul 12.00 WITA, siap membawa pasien menuju Labuan Bajo.
Perjalanan Evakuasi yang Aman dan Tepat Waktu
Pada pukul 12.20 WITA, pasien Haji Salim diberangkatkan dari Pulau Komodo. Perjalanan laut menuju Labuan Bajo ini didampingi oleh tim medis profesional dari Puskesmas Komodo, yaitu Faija dan Ns. Afri. Selain itu, beberapa anggota keluarga pasien juga turut mendampingi untuk memberikan dukungan moril.
Kapal evakuasi PHC berhasil tiba di dermaga Labuan Bajo sekitar pukul 13.30 WITA. Kedatangan kapal disambut oleh tim medis yang siap siaga. Setibanya di darat, pasien segera dirujuk menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo. Di RSUD Komodo, Haji Salim akan mendapatkan penanganan medis lebih lanjut sesuai dengan diagnosis stroke yang dideritanya.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kemanusiaan
Keberhasilan misi kemanusiaan ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. PHC, yang berada di bawah naungan Yayasan Artha Graha Peduli, menjadi motor penggerak utama dalam operasi evakuasi ini.
Dukungan krusial juga datang dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo serta Polisi Objek Vital (Obvit) Polres Manggarai Barat. Kedua instansi ini memberikan bantuan yang signifikan, memastikan kelancaran dan keamanan seluruh proses evakuasi.
Kerja sama yang solid ini menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa proses evakuasi berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam memastikan proses evakuasi berjalan lancar sehingga masyarakat kepulauan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan tepat waktu,” tutup Yoanna Daely, menggarisbawahi pentingnya kerja sama dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.
Aksi PHC ini menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah terpencil, terutama bagi mereka yang membutuhkan penanganan medis darurat. Semoga misi kemanusiaan serupa dapat terus terlaksana dengan baik di masa mendatang.









Discussion about this post