klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Berita

Pocong Palsu Diciduk: Pengemis Cari Perhatian di Jaktim

Redaksi by Redaksi
14 Juni 2026 - 04:08
Reading Time: 3 mins read
0

Antisipasi Teror Pocong: Pengemis Berkostum Hantu Dijaring Petugas Sosial

Maraknya kemunculan “teror pocong” di berbagai wilayah telah memicu respons dari pihak berwenang. Di Jakarta Timur, Suku Dinas Sosial (Sudin Sosial) mengambil langkah antisipatif dengan menjaring para pengemis yang kedapatan menggunakan kostum pocong untuk menarik perhatian publik. Patroli rutin yang dilakukan petugas di wilayah Jakarta Timur membuahkan hasil ketika mereka menemukan dua individu yang sedang beraksi menggunakan kostum menyerupai hantu pocong.

Kedua pengemis tersebut segera diamankan dan dibawa ke kantor Sudin Sosial Jakarta Timur untuk mendapatkan pembinaan. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa malam, kedua pengemis tersebut tampak pasrah saat petugas Sudin Sosial mengangkut mereka. Mereka masih terlihat membawa tas ransel dan wadah yang biasa digunakan untuk menampung uang sumbangan dari masyarakat.

Salah satu pengemis yang menggunakan kostum pocong, yang diketahui bernama Tedy, mengungkapkan motif di balik penggunaan kostum tersebut. Ia mengaku bahwa kostum pocong sengaja dipilih untuk menarik perhatian pengendara maupun pejalan kaki. Menurut Tedy, mengemis dengan mengenakan seragam pocong merupakan bentuk kreativitas yang ia anggap sebagai cara efektif untuk mendapatkan lebih banyak uang. “Saya pakai kostum pocong supaya orang-orang memperhatikan dan memberi uang,” ujarnya singkat pada Selasa malam.

Tedy menambahkan bahwa ia menyewa kostum tersebut dari seseorang dengan biaya Rp 15.000 per hari. Profesi sebagai pengemis berkostum pocong ini baru dijalaninya sekitar tiga minggu. Ia menyatakan bahwa dirinya dan rekannya tidak hanya beraksi di jalanan, tetapi juga berkeliling ke pemukiman warga. Mereka mengaku tidak pernah memaksa siapa pun untuk memberikan uang. “Biasanya kami dadah-dadah saja om, dandan gini pakai kaca saja sendiri. Saya yang penting cari uang halal lah om enggak kaya yang viral sekarang (jadi modus kejahatan),” tegasnya, menekankan niatnya untuk mencari nafkah secara jujur.

Penertiban dan Pembinaan PMKS oleh Sudin Sosial

Menanggapi fenomena ini, Komandan Regu P3S Sudin Sosial Jakarta Timur, Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya mengamankan kedua pengemis tersebut karena aktivitas mereka dianggap mengganggu ketertiban umum. Ia menegaskan bahwa penggunaan kostum pocong di ruang publik berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. “Kami melakukan penjangkauan dan pendataan terhadap mereka untuk menjaga ketertiban umum serta memberikan pembinaan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Kurniawan.

Menurut Kurniawan, Sudin Sosial Jakarta Timur terus meningkatkan intensitas patroli dan penertiban terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang beraktivitas di berbagai titik rawan di wilayah Jakarta Timur. Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif dan penegakan peraturan demi terciptanya lingkungan yang tertib dan aman.

Kedua pengemis berkostum pocong tersebut kemudian dibawa ke Kantor Sudin Sosial Jakarta Timur untuk menjalani proses pendataan dan pembinaan lebih lanjut. Mereka diarahkan ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung, Jakarta Timur, tempat mereka akan mendapatkan bimbingan dan program rehabilitasi sosial. “Sudah kami periksa di tasnya ternyata aman tidak ada barang membahayakan,” tandas Kurniawan, memastikan bahwa tidak ada barang-barang berbahaya yang dibawa oleh kedua individu tersebut.

Tindakan penertiban ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota dalam menjaga ketertiban umum dan mencegah potensi eksploitasi atau penyalahgunaan dalam aktivitas pengemis. Penggunaan kostum yang menyerupai hantu seperti pocong, meskipun dianggap sebagai bentuk kreativitas oleh sebagian orang, dapat menimbulkan ketakutan dan kegelisahan bagi masyarakat, terutama anak-anak. Oleh karena itu, penindakan oleh Sudin Sosial dianggap perlu untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bersama.

Proses pembinaan di panti sosial diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi para PMKS, termasuk memberikan keterampilan atau bantuan lain agar mereka dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat secara positif dan tidak lagi bergantung pada cara-cara yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Melalui pendataan yang cermat, Sudin Sosial juga dapat mengidentifikasi akar permasalahan yang dihadapi oleh para PMKS dan memberikan intervensi yang tepat sasaran.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom RI, Fadli Hartono Jadi Wakil
Berita

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom RI, Fadli Hartono Jadi Wakil

3 Oktober 2026 - 10:55
AS Perkuat Tekanan ke Iran dengan Pengerahan Gugus Tempur Kapal Induk Ketiga
Berita

AS Perkuat Tekanan ke Iran dengan Pengerahan Gugus Tempur Kapal Induk Ketiga

3 Oktober 2026 - 08:55
Kevin Diks Minta Jadi Striker, Indonesia Menang 9-2 atas Bangladesh dan Lolos ke Final
Berita

Kevin Diks Minta Jadi Striker, Indonesia Menang 9-2 atas Bangladesh dan Lolos ke Final

3 Oktober 2026 - 06:55
Anwar Usman Hadiri Istana atas Undangan Raffi Ahmad Jelang Pelantikan Wantimpres
Berita

Anwar Usman Hadiri Istana atas Undangan Raffi Ahmad Jelang Pelantikan Wantimpres

3 Oktober 2026 - 04:55
Jusuf Hamka Masuk Wantimpres, Ini Jejak Pengusaha Jalan Tol yang Dikenal sebagai Babah Alun
Berita

Jusuf Hamka Masuk Wantimpres, Ini Jejak Pengusaha Jalan Tol yang Dikenal sebagai Babah Alun

3 Oktober 2026 - 00:55
Farel Prayoga Bertemu Ibu Kandung Setelah 14 Tahun, Siti Baru Tahu Anaknya Jadi Penyanyi Terkenal
Berita

Farel Prayoga Bertemu Ibu Kandung Setelah 14 Tahun, Siti Baru Tahu Anaknya Jadi Penyanyi Terkenal

2 Oktober 2026 - 16:55
Next Post
Jemaah Haji Pringsewu Wafat di Makkah Pasca Wudhu

Jemaah Haji Pringsewu Wafat di Makkah Pasca Wudhu

Istana-DPR Bantah Kritik Dino Soal Lawatan Prabowo

Istana-DPR Bantah Kritik Dino Soal Lawatan Prabowo

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com