Warga Mendesak Eks Polwan Yuni Utami Dirawat di RSJ Akibat Perilaku Meresahkan
Kesabaran warga Kompleks Perumahan BTN Tinggede Permai, Desa Tinggede, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terhadap mantan anggota Kepolisian Wanita (Polwan) bernama Yuni Utami, telah mencapai titik didih. Perilaku Yuni yang dianggap meresahkan dan mengganggu ketertiban umum mendorong warga untuk mendesak agar ia segera mendapatkan penanganan medis, khususnya perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Wibowo Safiee, mantan Ketua RT 24 Desa Tinggede, mengungkapkan bahwa serangkaian tindakan Yuni telah menjadi pemicu utama kemarahan masyarakat di lingkungannya. Menurut Wibowo, berbagai persoalan yang melibatkan mantan anggota kepolisian ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama dan berulang kali dilaporkan kepada pihak berwenang.
“Sudah ada beberapa kejadian. Sebenarnya sudah kami laporkan dan pihak kepolisian juga sudah menindaklanjuti,” ujar Wibowo saat ditemui.
Pemicu Utama: Kekerasan dan Gangguan Kamtibmas
Puncak dari ketidakpuasan warga terjadi menyusul insiden kekerasan terbaru yang melibatkan Yuni Utami. Ia diduga melakukan tindakan pemukulan dan penganiayaan secara sepihak terhadap salah seorang tetangganya, yang diketahui bernama Kartina. Peristiwa dugaan penganiayaan ini sempat viral di media sosial dan kini telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan oleh Polres Sigi, menunjukkan keseriusan penanganan kasus tersebut.
Namun, kekerasan fisik bukanlah satu-satunya sumber keresahan. Aktivitas digital Yuni di akun TikTok pribadinya juga menjadi pemicu lain yang terus-menerus mengganggu kenyamanan warga. Warga melaporkan bahwa Yuni seringkali melakukan siaran langsung (live streaming) di TikTok hingga larut malam dengan volume suara dan musik yang sangat keras.
“Kalau dia live itu sampai lewat tengah malam. Kadang dengan musik yang keras. Kami ini seperti dibikin jadi bahan tontonan,” keluh Wibowo.
Kondisi ini membuat warga merasa dirugikan dan malu. Lingkungan tempat tinggal mereka kerap dijadikan konsumsi publik, bahkan menjadi bahan olok-olok oleh para pengguna internet. “Dia yang dapat uang, kami yang dapat malu dilihat orang banyak,” tegas mantan Ketua RT tersebut, menyiratkan ketidakadilan yang dirasakan.
Fitnah dan Tuduhan Tanpa Dasar
Selain kekerasan dan gangguan kebisingan, Yuni Utami juga dituding kerap melontarkan fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar kepada warga yang sedang menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu contoh yang diungkapkan Wibowo adalah ketika warga yang sedang melaksanakan ronda malam di pos ronda justru dituduh oleh Yuni sebagai pelaku pesta minuman keras (miras).
Akibat tuduhan tersebut, aparat dari Polsek dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat sampai harus turun tangan untuk melakukan pemeriksaan. Namun, setelah investigasi mendalam, tuduhan pesta miras tersebut sama sekali tidak terbukti kebenarannya. Kejadian ini menambah daftar panjang keluhan warga terhadap perilaku Yuni yang dianggap merusak citra dan ketenangan lingkungan.
Tuntutan Warga: Perawatan Medis di RSJ
Melihat akumulasi berbagai masalah yang ditimbulkan oleh Yuni Utami, warga kini memiliki satu tuntutan yang jelas: agar Yuni segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Mereka mendesak agar Yuni dijemput dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) untuk mendapatkan penanganan yang memadai.
“Kami inginkan ini selesai. Dia harus dijemput dan mendapatkan penanganan yang baik, seharusnya ke Rumah Sakit Jiwa Madani Mamboro,” pungkas Wibowo, menyuarakan harapan seluruh warga yang terdampak.
Harapan warga adalah agar dengan penanganan medis yang sesuai, ketertiban dan kedamaian di Kompleks Perumahan BTN Tinggede Permai dapat kembali pulih. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara hak individu dan kewajiban sosial dalam bermasyarakat, serta pentingnya penanganan yang tepat bagi individu yang menunjukkan perilaku menyimpang.










Discussion about this post