Kestabilan Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Bangka Selatan Beri Angin Segar bagi Petani
Bangka Selatan – Para petani kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan patut bernapas lega. Tren harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah tersebut menunjukkan stabilitas yang menggembirakan, seiring dengan masih berjalannya proses penetapan harga resmi untuk periode Juni 2026. Kestabilan ini terpantau di lima pabrik kelapa sawit (PKS) yang menjadi mitra utama para petani dalam menjual hasil panen mereka.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengonfirmasi bahwa tidak ada fluktuasi harga TBS di seluruh PKS yang terdata jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. Kondisi ini dinilai sebagai kabar positif yang signifikan bagi para petani, karena memungkinkan mereka untuk menjaga kestabilan pendapatan dari hasil panen di tengah aktivitas produksi yang terus berjalan. Saat ini, harga sawit di tingkat petani masih bertahan pada kisaran Rp2.024 hingga Rp2.124 per kilogram, sebuah angka yang dianggap cukup membantu perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan kelapa sawit.
“Alhamdulillah, saat ini harga TBS kelapa sawit masih stabil di lima pabrik kelapa sawit,” ujar Risvandika pada Selasa (2/6/2026).
Rincian Harga TBS di Berbagai Pabrik Kelapa Sawit
Analisis lebih mendalam terhadap data pemutakhiran harga menunjukkan adanya variasi, meskipun secara keseluruhan harga tetap stabil.
-
PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP) Simpang Rimba: Perusahaan ini menetapkan harga terendah untuk jenis Tenera, yaitu sebesar Rp2.300 per kilogram. PT BSSP menjadi satu-satunya PKS yang mencantumkan harga khusus untuk jenis Dura dengan nilai Rp1.826 per kilogram. Meskipun termasuk harga terendah di antara PKS lainnya, angka ini masih dianggap kompetitif dan memberikan peluang keuntungan yang layak bagi petani mandiri di area sekitarnya.
-
PT Mentari Sawit Makmur (MSM) Desa Ranggas: Perusahaan ini menetapkan harga TBS jenis Tenera sebesar Rp2.370 per kilogram. Angka ini menempatkan PT MSM pada posisi harga menengah jika dibandingkan dengan perusahaan lain yang beroperasi di Bangka Selatan. Kestabilan harga di perusahaan ini turut mengindikasikan bahwa permintaan terhadap hasil panen sawit petani berjalan normal, tanpa adanya tekanan pasar yang berarti dalam beberapa hari terakhir.
“Harga sawit saat ini masih cukup baik dan stabil untuk petani. Kalau untuk saat ini, harga di level petani Rp2.120,” jelas Risvandika.
- Harga Tertinggi di Tiga PKS: Kategori harga tertinggi TBS jenis Tenera mencapai Rp2.400 per kilogram. Harga ini diterapkan secara seragam di tiga PKS, yaitu PT Tama Buana Jaya (TBJ) Jeriji, PT Banka Agro Plantari (BAP) Bedengung, dan PT Bhumi Palmindo Kencana (BPK) Payung. Keseragaman harga di ketiga perusahaan ini menjadi indikator bahwa pasar sawit di Bangka Selatan masih berada dalam kondisi yang relatif kondusif. Dengan harga yang menguntungkan ini, para petani diharapkan terus termotivasi untuk menjaga kualitas buah hasil panen mereka agar dapat meraih harga jual maksimal di tingkat pabrik.
“Petani tentu berharap harga ini bisa terus bertahan supaya pendapatan mereka tetap stabil,” imbuhnya.
Menanti Penetapan Harga Resmi Pemerintah
Di sisi lain, pemerintah daerah masih menanti hasil rapat penetapan harga TBS sawit untuk periode Juni 2026. Penetapan harga ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama dengan pihak-pihak terkait. Hasil penetapan harga dari pemerintah ini nantinya akan menjadi acuan resmi yang mengikat dalam seluruh transaksi perdagangan TBS sawit, baik di tingkat perusahaan maupun di tingkat petani. Untuk sementara waktu, harga yang berlaku di tingkat petani Bangka Selatan, yang berkisar antara Rp2.024 hingga Rp2.124 per kilogram, dinilai masih sangat memadai untuk keberlangsungan usaha perkebunan rakyat.
“Untuk harga pemerintah periode Mei 2026 itu sudah selesai, sekarang sedang rapat untuk periode Juni dan hasilnya belum keluar,” pungkas Risvandika.










Discussion about this post