Betrand Peto Ikut Bersuara: Isu Provokator Mengemuka di Tengah Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah
Konflik yang tengah melanda hubungan antara Ruben Onsu dan Sarwendah tampaknya semakin memanas, menarik perhatian publik terhadap dinamika rumah tangga mereka. Di tengah perseteruan yang dilaporkan melibatkan hak asuh anak hingga masalah finansial, Betrand Peto, putra angkat mereka, turut memberikan komentarnya melalui unggahan di media sosial. Pernyataannya ini seolah mengamini kegelisahan yang juga diungkapkan oleh Ruben Onsu melalui platform lain.
Betrand Peto, yang dikenal dekat dengan kedua orang tua angkatnya, memilih untuk menyuarakan pandangannya melalui fitur Insta Stories di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia secara spesifik menyinggung keberadaan “provokator” yang ia sebut sebagai “tante”. Meskipun Betrand tidak secara gamblang mengaitkan postingannya ini dengan permasalahan yang sedang dihadapi Ruben dan Sarwendah, namun nada dan isi pesannya terasa sangat selaras dengan apa yang dituliskan oleh Ruben Onsu.
“Hush berisik tante ikut campur terus urusan orang lain manusia provokator!” tulis Betrand Peto, menyiratkan adanya pihak ketiga yang dinilainya turut memperkeruh suasana. Ungkapan ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa ada pihak yang dianggapnya terlalu ikut campur dalam urusan pribadi keluarga mereka.
Pernyataan Ruben Onsu: Sorotan Terhadap “Penghasut Utama”
Tidak hanya Betrand Peto, Ruben Onsu sendiri juga telah melontarkan pernyataan yang tajam melalui platform Threads miliknya. Dalam tulisannya, Ruben secara implisit menunjuk seseorang yang ia sebut sebagai “penghasut utama”. Ia bahkan menyatakan bahwa individu tersebut hidup dari hasil jerih payahnya, sebuah sindiran keras yang menunjukkan kekecewaan mendalam.
“Nah adenya marah-marah sendiri. Hei penghasut utama, lo jangan marah-marah kan lo salah satu orang utama yang manas-manasin semua ini. Lo yang sibuk cari info sana-sini, coba fokus cari kerjaan lain jangan rumah gue mulu. Maaf bukan takut, masa gue takut sama orang yang cari makan di keringet gue,” tulis Ruben Onsu.
Pernyataan ini membuka spekulasi mengenai siapa sosok yang dimaksud oleh Ruben. Ia menuding adanya upaya provokasi dan penyebaran informasi yang tidak benar, serta mengindikasikan bahwa orang tersebut memiliki motif tersembunyi yang berkaitan dengan kepentingannya sendiri, bahkan sampai mengincar aset Ruben.
Akar Permasalahan: Hak Bertemu Anak dan Tuntutan Finansial
Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah, yang kini telah resmi bercerai selama dua tahun, dilaporkan berpusat pada beberapa poin krusial. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah mengenai hak pertemuan Ruben dengan kedua putri mereka, Thalia dan Thania. Ruben diketahui merasa kesulitan untuk dapat bertemu dengan anak-anaknya, sebuah situasi yang tentu saja menimbulkan kekecewaan bagi seorang ayah.
Di sisi lain, pihak Sarwendah memberikan pandangannya yang berbeda. Ia mengklaim bahwa Ruben tidak pernah secara resmi mengajukan permohonan untuk dapat bertemu dengan kedua putri mereka. Pernyataan ini menciptakan dualisme narasi mengenai siapa yang sebenarnya menghambat pertemuan tersebut.
Selain permasalahan hak bertemu anak, isu finansial juga menjadi sorotan penting. Sarwendah secara tegas menyinggung mengenai nafkah untuk kedua putrinya yang disebut-sebut tidak dipenuhi oleh Ruben Onsu selama enam bulan terakhir. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam pemenuhan tanggung jawab finansial pasca perceraian.
Lebih lanjut, Sarwendah juga mengangkat isu mengenai aset perusahaan yang melibatkan rumah mereka. Ia mengungkapkan bahwa rumah tersebut dijadikan sebagai jaminan utang perusahaan milik Ruben Onsu. Isu ini menambah kompleksitas permasalahan, mengingat aset bersama pasca perceraian biasanya menjadi subjek negosiasi yang sensitif.
Ketiga aspek ini – hak bertemu anak, pemenuhan nafkah, dan pembagian aset – menjadi inti dari perselisihan yang kini tengah dihadapi oleh Ruben Onsu dan Sarwendah. Munculnya komentar dari Betrand Peto dan pernyataan tegas dari Ruben Onsu sendiri seolah mengindikasikan adanya campur tangan pihak luar yang memperkeruh keadaan, meskipun identitas pasti dari “provokator” atau “penghasut” tersebut masih menjadi misteri publik.
Dinamika ini terus menjadi sorotan, dengan harapan agar segala permasalahan dapat diselesaikan secara damai demi kebaikan anak-anak yang menjadi pusat perhatian dalam konflik ini.










Discussion about this post