klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Edukatif

Apakah Teori Out Of Nusantara Mengubah Sejarah Nasional?

Redaksi by Redaksi
4 April 2026 - 22:51
Reading Time: 3 mins read
0
Apakah Teori Out Of Nusantara Mengubah Sejarah Nasional?



JAKARTA,

Konsep “Out of Nusantara” yang Menggeger Dunia Ilmiah

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengajukan konsep baru dalam penelitian sejarah manusia purba dengan menyampaikan teori “Out of Nusantara” sebagai alternatif dari teori yang sudah mapan, yaitu “Out of Africa”. Teori ini menawarkan pandangan bahwa perluasan manusia purba bermula dari wilayah Nusantara, bukan Afrika seperti yang selama ini diyakini oleh komunitas ilmiah. Pertanyaannya adalah, apakah teori ini akan memengaruhi penulisan ulang sejarah nasional?

Fadli Zon menjelaskan bahwa teori-teori baru harus diupdate dalam proses penulisan sejarah. Ia menegaskan bahwa pernyataannya tentang “Out of Nusantara” dimaksudkan untuk mendorong para ahli agar tidak terpaku pada satu teori lama yang kini mulai dipertanyakan.

“Saya hanya ingin menggugah para ahli agar lebih terbuka dan tidak terjebak pada satu mazhab. Istilahnya ‘multi regional’ versus ‘out of Africa’,” ujarnya kepada media.

Perbedaan antara Teori Out of Africa dan Out of Nusantara

Teori “Out of Africa” adalah teori yang paling diterima secara luas dalam komunitas ilmiah. Teori ini menjelaskan bahwa manusia purba berasal dari Afrika dan kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia. Banyak bukti ilmiah seperti fosil, DNA, dan penemuan arkeologi mendukung teori ini.

Sementara itu, teori “Out of Nusantara” yang dikemukakan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengklaim bahwa perluasan manusia purba bermula dari Nusantara. Menurut teori ini, manusia purba bisa menyebar ke berbagai belahan dunia melalui pelayaran. Namun, sampai saat ini belum ada bukti konkret yang mendukung klaim ini.

Tanggapan dari Ahli Sejarah

Dalam wawancara terpisah, Profesor Singgih Tri Sulistiyono, salah satu dari tiga editor umum proyek penulisan sejarah nasional, menyatakan bahwa teori “Out of Nusantara” belum masuk ke dalam buku sejarah yang sedang ditulis ulang.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

“Pernyataan tentang ‘Out of Nusantara’ tidak ada dalam buku. Masih butuh banyak pembuktian untuk menuju ke sana,” kata Singgih.

Menurutnya, proses penulisan sejarah nasional sudah hampir selesai dan sedang dalam tahap finishing.

Fadli Zon juga memastikan bahwa hasil penulisan sejarah nasional akan diluncurkan bertepatan dengan Hari Sejarah Nasional.

“Luncuran akan dilakukan pada 14 Desember 2025,” ujarnya.

Kontroversi yang Muncul

Kontroversi mengenai teori migrasi manusia purba ini awalnya muncul dari pidato Fadli Zon dalam konferensi internasional Persatuan Ilmuwan Prasejarah dan Protosejarah (UISPP) Inter-Regional Conference 2025 di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Senin (27/10/2025).

Dalam pidatonya, Fadli Zon mengklaim bahwa migrasi manusia purba bermula dari Nusantara, bukan Afrika seperti yang selama ini diyakini benar oleh ilmuwan.

Namun, Arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Profesor Harry Truman Simanjuntak, membantah teori ini. Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti-bukti yang mendukung teori “Out of Nusantara”.

“Teori ‘Out of Africa’ didukung oleh bukti-bukti dari berbagai disiplin ilmu. Tidak ada yang meragukan teori ini. Bukti evolusi, arkeologi, dan tampilan fisiologi semuanya mendukung teori ‘Out of Africa’,” ujarnya.

Kesimpulan

Meskipun teori “Out of Nusantara” masih menjadi isu kontroversial, perlu dipertimbangkan bahwa setiap teori baru membutuhkan bukti yang kuat dan valid. Sampai saat ini, teori “Out of Africa” tetap menjadi dasar utama dalam pemahaman kita tentang asal usul manusia.

Bagi para penulis sejarah, penting untuk tetap terbuka terhadap gagasan-gagasan baru, namun tetap mematuhi prinsip ilmiah dan data yang dapat diverifikasi.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Takdir Kaya! 8 Weton Ini Dikaruniai Rezeki Berlimpah, Sulit Hidup Miskin
Edukatif

Takdir Kaya! 8 Weton Ini Dikaruniai Rezeki Berlimpah, Sulit Hidup Miskin

31 Juli 2026 - 16:46
Apakah Bayi Kuning Boleh Terkena Cahaya Lampu Rumah?
Edukatif

Apakah Bayi Kuning Boleh Terkena Cahaya Lampu Rumah?

31 Juli 2026 - 11:57
Ramalan Shio 2 Juli 2026: Peluang Karier, Keuangan, Cinta, dan Angka Hoki
Edukatif

Ramalan Shio 2 Juli 2026: Peluang Karier, Keuangan, Cinta, dan Angka Hoki

31 Juli 2026 - 07:08
Edukatif

Doa Kelahiran dalam Hindu, Simak Mantranya!

30 Juli 2026 - 16:41
5 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Penghasilan Tidak Tetap
Edukatif

5 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Penghasilan Tidak Tetap

29 Juli 2026 - 14:12
Pendaftaran PPG Tahap 2 Guru di LPTK Mulai Hari Ini, Ini Panduan dan Persyaratannya
Edukatif

Pendaftaran PPG Tahap 2 Guru di LPTK Mulai Hari Ini, Ini Panduan dan Persyaratannya

29 Juli 2026 - 04:34
Next Post
Mengenal Ulos Tumtuman dan Sadum, Kain Tradisional dengan Teknik Jungkit

Mengenal Ulos Tumtuman dan Sadum, Kain Tradisional dengan Teknik Jungkit

AS Kumpulkan 40 Negara: Bahas Jalur Pelayaran Minyak Selat Hormuz

AS Kumpulkan 40 Negara: Bahas Jalur Pelayaran Minyak Selat Hormuz

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com