BATAM, KLIKKEPRI.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah di era digital.
Melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Pemprov mendukung program “Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Adopsi Teknologi AI” yang digelar pada 7–8 Mei 2026 di Kampus Universitas Riau Kepulauan, Kota Batam.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Anggota DPD RI Dapil Kepri, Dwi Ajeng Sekar Respaty, bersama ASEAN Foundation dan Kumpul IMPACT, serta didukung penuh Pemprov Kepri.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, menyebut transformasi digital UMKM menjadi salah satu fokus utama Pemprov sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri.
“Pada 2025, sebanyak 2.400 UMKM se-Kepri telah mendapat program capacity building dengan berbagai tema pengembangan usaha, dan transformasi digital menjadi program dominan. Tahun 2026 ini kami lanjutkan dengan penguatan pemanfaatan artificial intelligence bagi UMKM,” ujar Riki.
Program Berkelanjutan Jawab Tantangan Ekonomi Global
Riki menegaskan, Pemprov Kepri terus mendorong inovasi program berkelanjutan agar UMKM mampu menjawab tantangan ekonomi global dan perkembangan teknologi yang kian cepat.
“Artificial intelligence akan terus dimasifkan Pemprov Kepri melalui kolaborasi berbagai pihak. Transformasi digital bagi UMKM harus terus didampingi dan diperkuat,” katanya.
Sebelum pelatihan tatap muka di Batam, Dinas Koperasi dan UMKM Kepri telah menggelar pelatihan AI virtual dengan 200 peserta, melibatkan mitra pendamping dan praktisi teknologi.
Riki menambahkan, kolaborasi lintas sektor akan diperluas bersama Dinas Kominfo, Disnaker, Disdik, hingga sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Transformasi digital ini akan terus kita dorong di seluruh kabupaten/kota di Kepri. Tidak hanya untuk UMKM, tetapi juga sektor strategis lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Senator DPD RI, Dwi Ajeng Sekar Respaty, menyebut penguasaan teknologi penting agar pelaku usaha mampu berkembang dan bersaing.
“Pelatihan ini diharapkan membantu UMKM lokal meningkatkan kapasitas usaha lewat pemanfaatan teknologi AI secara praktis dan aplikatif,” ujarnya.
Program ini bagian dari AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN) yang dijalankan ASEAN Foundation bersama Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), didukung dan Asian Development Bank (ADB).
Di Kepri, kegiatan ini turut didukung UPTD PLUT KUMKM Kota Batam serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNRIKA.
Selama dua hari, peserta mendapat pembekalan dasar pemanfaatan AI sebagai asisten digital untuk pengembangan usaha, pemasaran, hingga efisiensi operasional bisnis.
Program ini diharapkan memperkuat posisi Batam dan Kepri sebagai daerah yang aktif mendorong transformasi digital UMKM di tingkat nasional maupun ASEAN.
Data BPS Mei 2026 mencatat ekonomi Kepri Triwulan I-2026 tumbuh 7,04 persen, tertinggi di Sumatera.
Sementara Dinas Koperasi dan UKM Kepri mencatat lebih dari 146 ribu UMKM tersebar di seluruh kabupaten/kota, dengan sekitar 94.600 UMKM telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) nasional.***










Discussion about this post