Pemerintah Amerika Serikat disebut tengah menyiapkan dua pilihan operasi militer terhadap Iran, mulai dari serangan cepat yang berlangsung sekitar tiga hari hingga skenario tempur yang jauh lebih besar dengan target lebih luas. Rencana itu muncul di tengah meningkatnya perhatian Washington terhadap kemampuan persenjataan Iran dan kemungkinan eskalasi baru di kawasan.
Laporan The New York Times pada 8 Oktober 2026 menyebut Pentagon telah menyusun beberapa opsi untuk menghantam berbagai aset Iran, termasuk sistem rudal dan drone, fasilitas energi, serta instalasi militer yang dinilai strategis. Dengan kata lain, daftar sasaran yang dipertimbangkan tidak terbatas pada satu jenis target, melainkan mencakup infrastruktur yang dapat melemahkan daya respons Teheran.
Di sisi lain, Axios melaporkan bahwa Komando Pusat AS atau CENTCOM sudah diminta merampungkan seluruh persiapan jika operasi tempur besar terhadap Iran kembali dijalankan. Arahan ini menunjukkan bahwa perencanaan tidak hanya berhenti pada tahap kajian, tetapi juga mencakup kesiapan komando untuk menghadapi kemungkinan eskalasi yang lebih serius.
Meski sama-sama membahas langkah militer, kedua laporan itu menampilkan cakupan yang berbeda. Opsi pertama digambarkan sebagai serangan singkat namun intens, yang didesain untuk memberi efek cepat dalam waktu terbatas. Opsi kedua membuka ruang bagi kampanye yang lebih panjang dan menyasar infrastruktur strategis Iran secara lebih menyeluruh.
Belum ada penjelasan resmi mengenai keputusan akhir atas rencana tersebut. Namun, keberadaan dua skenario itu memperlihatkan bahwa Washington sedang menimbang berbagai tingkat respons, dari tindakan terbatas hingga operasi yang dapat berkembang menjadi konflik lebih luas. Dalam konteks hubungan AS-Iran yang kerap tegang, penyusunan opsi semacam ini biasanya menjadi sinyal bahwa militer dan pemerintah sipil sedang menyiapkan sejumlah kemungkinan di meja perencanaan.
Informasi yang beredar juga menegaskan bahwa fokus utama AS bukan hanya pada satu jenis ancaman, melainkan pada kombinasi kemampuan rudal, drone, dan jaringan pertahanan Iran. Dengan begitu, opsi yang sedang disusun tampak diarahkan untuk memberi tekanan terhadap unsur-unsur yang dianggap paling menentukan dalam kekuatan militer Iran.








Discussion about this post