Ringkasan Berita
Bila melihat kalender Jawa weton Sabtu Wage 2 Mei 2026, hari ini bertepatan dengan 15 Selo/Dulkaidah 1959 Dal atau 15 Zulkaidah 1447 Hijriah. Jumlah neptu hari ini senilai 13. Neptu tersebut merupakan kombinasi dari Sabtu 9 dan Wage 4. Menurut catatan Primbon Jawa, hari ini masih berada pada wuku Kurantil.
Watak Orang dengan Weton Sabtu Wage pada Wuku Kurantil
Menurut Primbon Jawa, watak orang dengan weton Sabtu Wage pada wuku Kurantil memiliki kepribadian yang unik: kuat pendirian namun selalu mau melihat ke dalam diri sendiri untuk memperbaiki kekurangan. Sifat ini sering disamakan dengan Lakuning Lintang atau perilaku bintang, mereka bisa tampak tenang dan bersinar di tengah keramaian, namun di saat yang sama suka menyendiri untuk merenung dan menenangkan hati.
Secara garis besar, watak utama pemilik weton ini sangat menguntungkan dalam kehidupan sehari-hari maupun pekerjaan. Mereka dikenal rajin bekerja, sabar menghadapi masalah, setia pada janji maupun orang terdekat, serta memiliki jiwa dermawan yang senang berbagi dengan sesama.
Namun, di balik kebaikan itu, ada sisi yang perlu dijaga: mereka bisa mudah marah jika kesabarannya habis, cemburuan dalam hubungan, dan berpotensi boros jika tidak pandai mengatur keuangan. Dalam hal posisi sosial atau pekerjaan, karakter mereka mirip dengan sapi yang patuh dan setia kepada pemimpinnya, sehingga biasanya lebih cocok bekerja sebagai pelaksana atau bawahan daripada memegang tampuk kepemimpinan.
Menariknya, mereka sering kali memiliki bakat alami dalam berdagang, terutama jika dijalankan pada waktu malam hari. Pengaruh Wuku Kurantil memberikan corak tersendiri pada kepribadian mereka. Wuku yang dilambangkan dengan bumi terbelah ini membawa sifat yang suka merenung dan berpikir mendalam sebelum bertindak.
Di sisi lain, orang di bawah wuku ini terkadang terlihat angkuh atau sulit didekati, namun sesungguhnya mereka sangat menjaga etika dan norma yang berlaku di masyarakat. Lambang bumi terbelah juga mengingatkan mereka untuk selalu berhati-hati dalam setiap langkah, karena keputusan yang salah bisa membawa dampak besar.
Dukungan dari Dewa Langsur menambah ketegasan hati dan keberanian dalam diri mereka, meskipun hal ini juga membawa pesan peringatan: kemalangan atau kesulitan sering kali muncul akibat sifat boros yang tidak dikendalikan sejak dini.
Arah Keberuntungan
Menurut Primbon Jawa, orang yang lahir pada weton Sabtu Wage di bawah pengaruh Wuku Kurantil memiliki arah keberuntungan utama ke arah Selatan. Arah ini sangat selaras untuk mendatangkan kelancaran dalam hal sandang dan pangan, serta membuka peluang rezeki berlimpah, terutama untuk usaha dagang atau pekerjaan yang dijalankan pada malam hari, mengingat energi neptu 13 pada weton ini sangat cocok dengan arah tersebut.
Sebaliknya, arah Utara sebaiknya dihindari jika berkaitan dengan urusan pangan atau kebutuhan pokok. Pengaruh Wuku Kurantil juga menandakan bahwa hari kelahiran mereka sendiri, yaitu Sabtu Wage, adalah waktu yang sangat baik untuk melakukan berbagai aktivitas penting seperti mencari nafkah, berbisnis, atau menangkap ikan.
Namun, ada pantangan yang perlu diingat: selama tujuh hari berturut-turut, mereka disarankan tidak melakukan kegiatan memanjat atau aktivitas yang bersifat “ke bawah” guna menghindari risiko musibah atau kesulitan.


Pantangan
Berdasarkan pengetahuan Primbon Jawa, orang yang lahir pada weton Sabtu Wage di bawah pengaruh Wuku Kurantil memiliki sejumlah pantangan yang sebaiknya dipatuhi demi keselamatan dan kelancaran hidup. Pantangan utama yang wajib diperhatikan adalah tidak memanjat pohon maupun bangunan selama tujuh hari setelah mengadakan selamatan, karena hal ini dianggap berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan atau jatuh.
Secara umum dalam masa tujuh hari wuku tersebut, mereka juga disarankan menjauhi segala aktivitas yang bergerak atau mengarah ke posisi bawah, serta menghindari kegiatan tertentu seperti melangsungkan pernikahan, berkumpul dalam keramaian besar, menanam tanaman, maupun menjalin hubungan pertemanan dengan orang yang mudah memicu pertengkaran.
Untuk melindungi energi diri dari bahaya dan gangguan, disarankan menyajikan sesaji berupa tumpeng pecel dan ayam putih blorok sesuai tradisi yang berlaku. Selain pantangan dari sisi wuku, ada pula larangan khusus berdasarkan karakteristik weton Sabtu Wage.
Mereka sebaiknya tidak merantau ke tempat yang sangat jauh dari kampung halaman, tidak mengenakan pakaian berwarna kuning, tidak mengabaikan ibadah, serta menghindari mengonsumsi daging burung atau hewan yang bisa terbang. Perlu diingat juga untuk tidak melakukan perjalanan jauh, membuka usaha baru, maupun mengadakan hajatan besar pada hari was, yaitu Senin Legi, Rabu Pon, Jumat Kliwon, dan Selasa Wage.
Dari segi sikap dan perilaku, mereka harus menjauhi sifat sombong saat dipuji karena hal ini membuatnya mudah tertipu, serta menghindari keserakahan, pikiran yang gelap, sifat melupakan keluarga saat sudah sukses, perkataan yang tidak terjaga, dan ledakan emosi yang tidak terkendali.
Sebagai pengganti, disarankan untuk fokus bekerja keras, terutama mengembangkan usaha perdagangan pada malam hari yang diyakini membawa keberuntungan besar bagi mereka.








Discussion about this post