SURABAYA — Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa pihaknya telah secara resmi menyampaikan keluhan serta peringatan keras terhadap maskapai penerbangan Saudia. Hal ini dilakukan karena pesawat yang membawa ratusan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya (SUB) mengalami kendala teknis, sehingga harus mendarat di Bandara Internasional Kualanamu Medan (KNO).
Selain itu, masalah serupa juga menimpa pesawat Saudia lainnya yang seharusnya mengangkut jemaah haji yang berangkat dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam (BTH).
Gus Irfan, sapaan akrab Menteri, menjelaskan bahwa kementerian telah melayangkan surat peringatan keras kepada maskapai penerbangan tersebut sebagai bentuk respons atas gangguan yang terjadi. Hal ini menyebabkan penundaan keberangkatan jemaah haji menuju Tanah Suci.
“Ada dua pesawat Saudia. Satu harus servis di Medan, sedangkan satu lagi di Batam tidak bisa berangkat dan harus mencari pengganti. Kita sudah menyampaikan surat peringatan teguran keras kepada mereka,” ujar Gus Irfan di Asrama Haji Sukolilo Embarkasi Surabaya, Senin (27/4/2026) malam.
Ia menegaskan bahwa sebelumnya pihaknya telah mengingatkan manajemen maskapai Saudia untuk memastikan seluruh aspek operasional dipersiapkan secara matang demi kelancaran perjalanan jemaah haji Indonesia. Salah satu hal yang ditekankan adalah kesiapan pesawat cadangan di setiap bandara embarkasi untuk mengantisipasi gangguan teknis.
“Inilah yang sering kita wanti-wanti kepada maskapai penerbangan. Harus siap, harus siap, harus siap. Kita kadang-kadang bukan hanya memaksa mereka harus siap, termasuk persiapan cadangan, pesawat cadangan sudah kita minta, dan sepertinya ternyata tidak terlalu siap ini Saudia-nya,” ujarnya.
Gus Irfan juga menyebut para jemaah haji Embarkasi Surabaya yang sempat terjebak di Medan seharusnya telah berangkat menuju Arab Saudi pada Senin (27/4/2026) petang. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan monitoring dan pemantauan di lapangan guna memastikan keberangkatan dari segenap jemaah haji yang terdampak.
“Jadwal yang Medan jadwalnya jam 17.00 WIB, saya belum tahu perkembangannya apa malam ini. Yang Batam saya belum cek lagi. Kalau yang Medan jadwalnya jam 17.00 WIB, mudah-mudahan sudah berangkat,” ujarnya.
Mengenai kompensasi atas masa tunda (delay) penerbangan yang diterima masing-masing jemaah haji yang terdampak, Gus Irfan memastikan bahwa seluruhnya menjadi tanggung jawab manajemen maskapai penerbangan yang bersangkutan. Ia menegaskan bahwa pihak kementerian akan senantiasa melakukan pendampingan terhadap para jemaah hingga mereka sampai di tempat menginap.
“Tunda itu kewajiban maskapai menyediakan hotel, makan tiga kali. Kita pantau terus, tim kita yang di Medan selalu pantau, ikut mendampingi jemaah kita yang di hotel-hotel itu, untuk memastikan kalau mereka mendapatkan hak mereka untuk semua kebutuhan mereka,” jelasnya.
Meski begitu, Gus Irfan mengimbau kepada segenap jemaah haji yang terdampak hingga harus menjalani masa tunda akibat kendala teknis maskapai penerbangan itu untuk tidak surut semangatnya dalam menyongsong perjalanan spiritual menuju Tanah Suci.
Ia berharap kepada masing-masing jemaah haji, khususnya yang lanjut usia, untuk dapat memanfaatkan momentum masa tunda dengan beristirahat dengan cukup di tempat penginapan agar dapat sehat dan bugar dalam menjalani perjalanan panjang menuju Arab Saudi.
“Ini kan sudah di luar kendali kita. Saya harapkan ini tidak mengganggu konsentrasi jemaah, tidak menyebabkan jemaah down. Ini justru mudah-mudahan akan menambah semangat mereka karena ada kesempatan semalam di hotel untuk mempersiapkan, terutama mempersiapkan mental dalam menjalankan ibadah haji,” pungkasnya.










Discussion about this post